Kompas.com - 10/08/2021, 20:01 WIB
Ilustrasi kanker payudara pada pria freepikIlustrasi kanker payudara pada pria

KOMPAS.com - Pria memang tidak memiliki payudara seperti wanita, namun mereka tetap memiliki jaringan tersebut dan berisiko terkena kanker payudara. Artikel ini akan menjelaskan tentang kanker payudara pada pria.

Kanker payudara pada pria sama seperti yang terjadi pada wanita. Dilansir dari WebMD, risiko pria terkena kanker payudara adalah 1 per 1.000. Namun, yang membuat lebih parah adalah kanker para pria lebih sering terlambat terdiagnosis karena jarang ada yang aneh di payudara pria.

Baca juga: Kasus Kanker Payudara Terus Meningkat, YKPI Adakan Simposium se-Asia Tenggara

Siapa saja pria yang berisiko terkena kanker payudara?

Berikut adalah beberapa kriteria yang meningkatkan risiko terkena kanker payudara pada pria:

  • Berusia 60 sampai 70 tahun. Kasus ini paling jarang mengenai pria berusia kurang dari 35 tahun
  • Memiliki riwayat paparan radiasi di dada
  • Pembesaran payudara akibat penggunaan obat-obatan hormon, infeksi, atau racun
  • Mengonsumsi estrogen
  • Kondisi genetik langka bernama Klinefelter’s syndrome
  • Sirosis hati
  • Penyakit pada testis seperti trauma, mumps orchitis, atau testis tidak turun
  • Obesitas

Baca juga: Kanker Payudara Dapat Dideteksi dengan Mamografi, Apa Itu?

Gejala kanker payudara pada pria

Secara umum, gejalanya sama dengan yang dialami oleh wanita. Sebagian besar kasus disadari ketika pria menemukan benjolan lunak di dadanya.

Namun sayangnya, sebagian besar pria menundanya hingga gejala berkembang lebih parah karena menganggap benjolan tersebut bukan masalah serius. Gejala lebih lanjut bisa menunjukkan keluarnya darah dari puting.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika sudah bergejala parah seperti ini biasanya kanker telah menyebar lebih luas dan mungkin lebih sulit untuk dirawat.

Untuk memastikan apakah benjolan tersebut adalah kanker, pria harus melakukan pemeriksaan fisik, mamografi, dan biopsi.

Perawatan

Terdapat beberapa terapi yang bisa dilakukan. Namun, kombinasi beberapa terapi mungkin membantu meningkatkan kesembuhan pada pasien.

  1. Operasi pengangkatan payudara. Dokter biasanya juga akan mengangkat sebagian kelenjar limpa di dekatnya untuk memastikan jika kanker sudah menyebar atau belum.
  2. Terapi radiasi setelah operasi bisa membantu membunuh sel kanker yang mungkin tidak terangkat ketika prosedur operasi.
  3. Kemoterapi mungkin disarankan ketika dokter menemukan bahwa kanker sudah berkembang lebih luas.
  4. Terapi hormon. Beberapa tipe kanker payudara membutuhkan hormon tertentu untuk berkembang. Terapi ini membantu menghentikan hormon tersebut. Keberhasilan terapi ini lebih tinggi pada pria karena sel kankernya lebih responsif terhadap hormon.

Baca juga: 5 Cara Mencegah Kanker Payudara yang Wajib Diketahui

Demikian penjelasan tentang kanker payudara pada pria. Jika terdapat benjolan mencurigakan, segera periksakan diri Anda, ya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber WebMD
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.