Kompas.com - 10/08/2021, 10:03 WIB
Ilustrasi kebutaan pada penderita lepra. SHUTTERSTOCK/ALPA PRODIlustrasi kebutaan pada penderita lepra.


KOMPAS.com - Pada penderita lepra, salah satu kondisi yang dapat menyebabkan kebutaan, dapat dicegah. Salah satunya dengan menerapkan teknik modifikasi tarsorafi.

Di tengah angka kasus Covid-19 yang tinggi, penderita penyakit lepra di Indonesia juga membutuhkan perhatian. 

Hal ini disampaikan oleh Dr. dr. Yunia Irawati, Sp.M(K) selaku Head of Trauma Centersub Spesialis Divisi Plastik dan Rekonstruksi Mata JEC Eye Hospitals and Clinics dalam siaran pers JEC Eye Talks yang diterima oleh Kompas.com, Senin (9/8/2021).

Kebutaan pada penderita lepra, terjadi diakibatkan oleh lagoftalamus paralisis. Kondisi ini merupakan ketidakmampuan mata untuk menutup rapat.

 

Pada umumnya penanganan kondisi ini adalah dengan teknik gold weight implant yang terkenal sejak tahun 1958, dan metode ini memiliki tingkat kesuksesan yang tinggi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Teknik tersebut dilakukan dengan menjahitkan implan emas pada bagian kelopak mata atas, sehingga penderita lepra bisa kembali menutup matanya secara pasif dan terbantu oleh beratnya implan emas dan gaya gravitasi.

Namun metode penanganan ini cenderung mahal dan masih berdampak pada komplikasi setelah pemasangan implan seperti inflamasi dan alergi. Ditambah lagi oleh beberapa tradisi dan keyakinan, penggunaan emas sebagai bahan implan juga tidak dianjurkan.

Baca juga: Atasi Kebutaan di Indonesia, Donor Mata Bukan Diambil Bola Matanya

 

Untuk itu, dr Yunia mencetuskan teknik modifikasi tarsorafi untuk cegah kebutaan pada penderita lepra.

Teknik ini dijelaskan dalam penelitian disertasinya di Program Doktor Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Penelitian tersebut melibatkan 19 orang subjek yang terdiri dari 27 mata.

Modifikasi tarsorafi adalah teknik penanganan dengan menggabungkan teknik tarsorafi lateral dan levator recess disertai dengan teknik kantopeksi atau lateral tarsal (LTS) dan kantoplasti.

Teknik ini diklaim mampu memberikan tingkat efektivitas yang sama dengan teknik gold weight implant sebagai penanganan lagoftalamus paralisis pada penderita lepra.

Durasi penanganan atau lama waktu tindakan pada teknik modifikasi tarsorafi juga sama efisien.

Bahkan, teknik modifikasi tarsorafi dalam mencegah kebutaan pada penderita lepra dinilai lebih unggul dari segi efisiensi biaya dan risiko komplikasi yang mungkin terjadi.

Baca juga: Glaukoma Penyebab Utama Kebutaan Mata, Ini Pentingnya Pemeriksaan Rutin

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.