Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 09/08/2021, 20:05 WIB

KOMPAS - Vaksinasi selain berguna untuk mencegah mutasi virus corona varian baru, juga bermanfaat untuk pembentukan antibodi, termasuk pada ibu hamil.

Namun, masih banyak pertanyaan terkait vaksinasi Covid-19 pada ibu hamil, termasuk apakah vaksinasi Covid-19 aman diterima oleh ibu hamil?

Dr. Michelle Angelina, M. Biomed, Sp.OG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Primaya Hospital Sukabumi dan dr. Idries Tirtahusada, Sp.OG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Primaya Hospital Bhakti Wara menjelaskan mengenai berbagai hal terkait vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil, yang perlu diketahui masyarakat.

Baca juga: Tips dan Syarat Vaksin Covid-19 untuk Ibu Hamil dari Dokter

Berdasarkan informasi tersebut, berikut 8 fakta yang berhasil dirangkum oleh Kompas.com terkait vaksinasi pada ibu hamil:

1. Vaksinasi Covid-19 aman bagi ibu hamil

Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) telah memberikan rekomendasi, bahwa pemberian vaksinasi Covid-19 aman digunakan pada ibu hamil.

Dr. Michelle mengatakan bahwa seluruh vaksin yang beredar saat ini, baik yang bersifat inactivated, mRNA atau virus vector seperti Sinovac, Astra Zenca, Moderna, Pfizer, Sinopharm, J&J, dapat digunakan oleh ibu hamil.

"Namun, untuk ibu hamil dengan riwayat alergi terhadap komponen vaksin dan yang sedang mengalami serangan penyakit sistemik parah, tidak diperbolehkan untuk melakukan vaksinasi," jelasnya melalui siaran pers Primaya Hospital yang diterima Kompas.com (8/8/2021).

Ditambahkan dr. Idries, telah dilakukan uji observasi pada 35.000 ibu hamil di berbagai negara terkait vaksinasi Covid-19 dan hasilnya adalah tidak ditemukan dampak buruk bagi ibu hamil.

2. Interval pemberian vaksinasi sama dengan masyarakat pada umumnya

Aturan interval pemberian vaksin dosis pertama dan dosis kedua bagi ibu hamil sama seperti masyarakat pada umumnya, serta disesuaikan dengan jenis vaksin yang diterima.

“Tidak ada perbedaan pemberian jarak interval vaksin bagi ibu hamil dan masyarakat pada umumnya. Dosis pertama dan kedua dilakukan sesuai dengan interval atau jarak pemberian masing-masing vaksin. Misalkan, Sinovac kita berikan dalam jangka waktu 28 hari, sedangkan AstraZeneca diberikan dalam jangka waktu 2 hingga 3 bulan,” ujar dr. Idries.

Baca juga: 3 Vaksin Covid-19 untuk Vaksinasi Ibu Hamil, Jenis dan Efikasinya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+