Kompas.com - 09/08/2021, 18:06 WIB
Ilustrasi pasien diabetes menyuntikan insulis, salah satu pengobatan diabetes. SHUTTERSTOCK/goffkein.proIlustrasi pasien diabetes menyuntikan insulis, salah satu pengobatan diabetes.


KOMPAS.com - Terapi GLP-1 RA adalah inovasi pengobatan untuk pasien diabetes tipe 2 di Indonesia. Efektivitas terapi inovatif ini dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, serta diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan diabetes.

Diabetes merupakan penyakit endemik global dengan tingkat prevalensi yang terus meningkat pesat di seluruh dunia, baik di negara berkembang maupun negara maju. 

Diabetes mellitus tipe-2 adalah kondisi serius yang dialami oleh lebih dari 10,7 juta orang di Indonesia.

Meskipun dengan majunya perkembangan teknologi menjadikan beragam pengobatan sudah tersebut, tetapi masih banyak pasien diabetes melitus-2 kesulitan mengontrol kadar glikemik dalam tubuh.

Alhasil, ini juga membuat pasien sulit menghadapi masalah berat badan dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, serta ginjal.

Untuk mengantisipasi dan menanggulangi ketidak patuhan konsumsi ataupun terapi pengobatan oleh pasien diabetes ini, maka inovasi terbaru untuk memberikan terapi pengobatan diabetes yang bisa digunakan hanya sekali dalam seminggu saja.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Pasien Diabetes Ingin Puasa Ramadhan? Begini Panduan Makannya

 

Inovasi pengobatan diabetes tersebut adalah terapi GLP-1 RA (glucagon-like peptide-1 receptor agonist), yang merupakan sebuah terapi inovatif untuk pasien diabetes tipe 2 di Indonesia.

Terapi GLP-1 RA digunakan sekali dalam seminggu untuk membantu pasien mencapai target gula darah mereka.

Selain itu, obat ini juga bermanfaat dalam penurunan berat badan dan risiko penyakit kardiovaskular, serta diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan pasien diabetes mellitus.

Ketua Umum Pengurus Besar Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PB PERKENI), Prof Dr dr Ketut Suastika SpPD-KEMD mengatakan terapi GLP-1 RA yang cukup digunakan sekali dalam seminggu ini mampu menurunkan kadar HbA1c secara signifikan.

Sekitar 80 persen atau 4 dari 5 pasien yang menjalani pengobatan dengan terapi GLP-1 RA berhasil mencapai tingkat HbA1c di bawah 7 persen.

"Ini tentunya merupakan kabar baik karena penting sekali bagi orang dengan diabetes untuk selalu mengontrol tingkat gula darahnya," jelasnya dalam peluncuran Obat Diabetes Konsumsi Sekali Seminggu Pertama di Indonesia dari Novo Nordisk, Selasa (3/8/2021).

Selain itu, selama uji klinis, terapi GLP-1 RA, terapi pengobatan pasien diabetes inovatif untuk pasien diabetes mellitus tipe-2 ini mampu menurunkan berat badan secara signifikan. Sedikitnya, 3 dari 5 pasien berhasil menurunkan berat badan hingga lebih dari 5 persen.

Baca juga: Pasien Diabetes Tetap Bisa Makan Tenang saat Lebaran, Begini Caranya

Ilustrasi pemeriksaan gula darah, pasien diabetes. Ilustrasi pemeriksaan gula darah, pasien diabetes.

Pengobatan diabetes ini juga mengurangi risiko penyakit kardiovaskular sebesar 26 persen pada pasien diabetes tipe 2 dengan risiko tinggi dan riwayat penyakit kardiovaskular.

Serta, mengurangi risiko sebesar 36 persen terhadap perburukan atau terjadinya gangguan fungsi ginjal akibat diabetes pada pasien diabetes tipe-2 dengan risiko kardiovaskular tinggi,

Sehingga, Pengobatan GLP-1 RA yang digunakan sekali seminggu yang dikembangkan oleh Novo Nordisk ini adalah pilihan baru yang dapat membantu orang dewasa dengan diabetes tipe-2 mencapai target kadar HbA1c agar terhindar dari komplikasi diabetes, seperti penyakit kardiovaskular dan gangguan fungsi ginjal.

Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PB PAPDI), Dr dr Sally A Nasution SpPD-KKV FINASIM FACP mengatakan, tingkat kematian akibat diabetes cukup tinggi di Indonesia.

"Berdasarkan data dari Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME), tingkat kematian di Indonesia kini disebabkan oleh penyakit tidak menular dan terkait dengan diabetes," kata Sally.

Baca juga: Pasien Diabetes Meningkat Selama Pandemi, Indonesia Peringkat 7 Tertinggi di Dunia

 

Sementara itu, studi lain menunjukkan bahwa sekitar 75 persen pasien diabetes tipe 2 berisiko terkena penyakit kardiovaskular.

Target nilai HbA1c pasien diabetes

HbA1c merupakan indikator penting untuk mengendalikan kadar gula darah secara jangka panjang karena pengukuran HbA1c adalah cara yang paling akurat untuk menentukan kadar gula darah selama dua sampai tiga bulan terakhir. 

Pengukuran HbA1c juga dapat memberikan pengukuran yang dapat diandalkan untuk hiperglikemia kronis dan juga dapat dikorelasikan dengan risiko komplikasi diabetes jangka panjang.

Ketua Umum Pengurus Besar Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PB PERKENI), Prof Dr dr Ketut Suastika SpPD-KEMD mengatakan, meskipun sudah mengikuti pedoman klinis dan melakukan kendali glikemik dengan benar, pasien seringkali tidak mampu menurunkan nilai HbA1c hingga mencapai target. 

Baca juga: Pasien Diabetes Boleh Divaksin Covid-19, Asalkan…

Ilustrasi diabetesShutterstock Ilustrasi diabetes

"Studi menunjukkan bahwa lebih dari 70 persen orang dewasa dengan diabetes tipe 2 di Indonesia gagal mencapai target HbA1c di bawah 7 persen," kata Suastika dalam 

Ditambahkan Suastika, mencapai target nilai HbA1c menjadi penting karena dapat mengurangi komplikasi mikrovaskuler.

Tidak hanya itu, target capaian HbA1C menjadi penting untuk menurunkan angka penyakit kardiovaskular secara jangka panjang jika diterapkan pada pasien yang baru terdiagnosis, dan menurunkan angka kematian terkait diabetes. 

Meskipun sudah ada berbagai kemajuan dalam hal pengobatan, masih ada kebutuhan pasien yang tidak terpenuhi.

Ditambahkan lagi, tingkat kepatuhan pasien terhadap pengobatan yang dinilai masih cukup rendah, turut memicu risiko komplikasi lanjutan akibat diabetes mellitus ini.

Baca juga: Ahli: Waspada, 1 dari 3 Pasien Diabetes Berisiko Alami Kebutaan

 

“Berbagai kebutuhan pasien yang tidak terpenuhi dan kepatuhan pasien yang rendah dalam menjalankan pengobatan diabetes dapat menyebabkan risiko komplikasi yang serius,” jelas Suastika.

Oleh karena itu, kata dia, kita perlu menetapkan standar baru untuk pengobatan diabetes tipe-2. Ketika kondisinya dikelola dengan baik, risiko komplikasi yang dapat mengancam jiwa dapat dikurangi.

Sementara itu, Vice President & General Manager Novo Nordisk Indonesia Anand Shetty menambahkan, inovasi terbaru dalam pengobatan diabetes tipe-2 ini memberikan manfaat yang luar biasa dan proses penggunaannya juga lebih sederhana karena cukup satu dosis dalam seminggu. 

"Kami meyakini bahwa GLP-1 RA ini akan membantu memenuhi kebutuhan penting dan serius bagi orang dengan diabetes tipe 2 di Indonesia," kata Anand.

Baca juga: Hari Diabetes, Kenali Berapa Banyak Kalori di Makanan Anda

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.