Kompas.com - 09/08/2021, 09:03 WIB
Ilustrasi karbohidrat SHUTTERSTOCKIlustrasi karbohidrat

KOMPAS.com - Ketika berat badan berhasil turun setelah berbagai usaha yang dilakukan, tentu ada rasa puas sekaligus lega, karena bisa mencapai tujuan Anda.

Namun jangan lengah, salah memilih makanan, bisa menyebabkan berat badan kembali naik.

Menurut sebuah studi di Diabetes Care, makanan yang memiliki indeks glikemik (IG) tinggi seperti roti putih, kentang, dan nasi putih jauh lebih mungkin meningkatkan risiko kenaikan berat badan setelah diet penurunan berat badan.

Baca juga: 4 Cara Menurunkan Berat Badan Tanpa Kembali Naik

Indeks glikemik mengukur tingkat lonjakan glukosa darah setelah makan. Semakin drastis lonjakannya, semakin dikaitkan dengan risiko diabetes tipe 2 dan penambahan berat badan secara keseluruhan.

Dalam studi baru-baru ini, para peneliti melihat data dari studi global terhadap lebih dari 2.000 orang yang diklasifikasikan sebagai kelebihan berat badan atau obesitas.

Pada fase pertama, semua peserta mengonsumsi minuman shake pengganti makanan untuk mencapai penurunan berat badan yang cepat—penurunan rata-rata selama delapan minggu adalah sekitar 11 kilogram.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada fase kedua, dilakukan selama periode waktu tiga tahun, peneliti membandingkan dua diet dan dua strategi olahraga.

Salah satunya adalah diet tinggi protein, indeks glikemik rendah, sementara yang lain adalah diet protein sedang, indeksi glikemik sedang, yang masing-masing kemudian dikombinasikan dengan olahraga intensitas tinggi atau sedang.

Keempat kelompok mendapatkan kembali sebagian berat badan yang mereka turunkan pada awalnya, tetapi mereka yang menjalani diet rendah indeks glikemik paling sedikit kenaikan berat badannya.

Itu membuat para peneliti menyarankan untuk tidak mengonsumsi kentang, roti tinggi indeks glikemik, dan varietas nasi.

Lalu, apa ini berarti Anda tidak bisa mengonsumsi makanan favorit Anda selamanya, jika tidak ingin mendapatkan kembali berat badan yang telah hilang?

Shena Jaramillo, RD, ahli diet di Peace and Nutrition mengatakan, mungkin tidak demikian, tetapi membatasi makanan-makanan itu bisa menjadi kunci mempertahankan penurunan berat badan yang telah Anda dapatkan.

Namun dijelaskan Jaramillo, masalahnya di sini adalah, bahwa penelitian tersebut menggunakan penambahan berat badan yang begitu cepat sebagai akibat dari defisit kalori yang signifikan.

Baca juga: Ahli Nutrisi Ungkap Makanan yang Harus Dihindari Saat Menurunkan Berat Badan

Halaman:


Sumber eatthis
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Hewan Darat yang Pandai Berenang

5 Hewan Darat yang Pandai Berenang

Oh Begitu
Studi Ungkap Pohon di Perkotaan Turunkan Suhu Permukaan Tanah hingga 12 Derajat Celcius

Studi Ungkap Pohon di Perkotaan Turunkan Suhu Permukaan Tanah hingga 12 Derajat Celcius

Oh Begitu
Dokter Anak Tegaskan Pentingnya Melengkapi Imunisasi Dasar Sebelum Vaksin Covid-19

Dokter Anak Tegaskan Pentingnya Melengkapi Imunisasi Dasar Sebelum Vaksin Covid-19

Oh Begitu
10 Varian Covid-19 Beserta Gejalanya, dari Alpha hingga Omicron

10 Varian Covid-19 Beserta Gejalanya, dari Alpha hingga Omicron

Oh Begitu
Makan Buah Alpukat Lebih dari Satu, Studi Temukan Manfaatnya untuk Kesehatan

Makan Buah Alpukat Lebih dari Satu, Studi Temukan Manfaatnya untuk Kesehatan

Oh Begitu
Misterius, Ahli Temukan Mumi Terikat Tali dengan Tangan Menutupi Wajah

Misterius, Ahli Temukan Mumi Terikat Tali dengan Tangan Menutupi Wajah

Oh Begitu
Update Siklon Tropis Nyatoh, Bibit Siklon Tropis 94W dan 92S Beserta Dampaknya

Update Siklon Tropis Nyatoh, Bibit Siklon Tropis 94W dan 92S Beserta Dampaknya

Fenomena
Perbedaan Kupu-kupu dan Ngengat

Perbedaan Kupu-kupu dan Ngengat

Oh Begitu
Nama Varian Omicron, Mengapa WHO Melewatkan Dua Alfabet Yunani untuk Menamainya?

Nama Varian Omicron, Mengapa WHO Melewatkan Dua Alfabet Yunani untuk Menamainya?

Oh Begitu
Waspada Dampak Bibit Siklon Tropis 94W, dari Cuaca Ekstrem hingga Wilayah Berisiko Banjir

Waspada Dampak Bibit Siklon Tropis 94W, dari Cuaca Ekstrem hingga Wilayah Berisiko Banjir

Fenomena
5 Saran Epidemiolog untuk Pemerintah dalam Respons Omicron, Tingkatkan Surveillance Genomic

5 Saran Epidemiolog untuk Pemerintah dalam Respons Omicron, Tingkatkan Surveillance Genomic

Oh Begitu
Bagaimana Cara Menghitung Umur Bintang? Begini 3 Caranya

Bagaimana Cara Menghitung Umur Bintang? Begini 3 Caranya

Oh Begitu
Epidemiolog: Aturan Karantina Pelaku Internasional 7 Hari Bagus, tapi...

Epidemiolog: Aturan Karantina Pelaku Internasional 7 Hari Bagus, tapi...

Oh Begitu
Masker Katup Disebut Dalang Penularan Omicron di Hong Kong, Kok Bisa?

Masker Katup Disebut Dalang Penularan Omicron di Hong Kong, Kok Bisa?

Oh Begitu
Negara dengan Zona Waktu Terbanyak, Memiliki 12 Zona Waktu

Negara dengan Zona Waktu Terbanyak, Memiliki 12 Zona Waktu

Oh Begitu
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.