Kompas.com - 04/08/2021, 20:45 WIB
Penulis Lulu Lukyani
|

KOMPAS.com – Mi merupakan salah satu makanan yang tinggi karbohidrat. Bagi yang menjalani diet rendah karbohidrat, mi termasuk makanan yang dibatasi.

Tak hanya mi, pasta juga mengandung karbohidrat yang tinggi. Jika ingin membatasi konsums mi dan pasta, ada beberapa makanan alternatif yang patut dicoba.

Dilansir dari Healthline, berikut adalah makanan pengganti mi dan pasta yang lebih rendah karbohidrat:

1. Lasagna terong

Terong mengandung karbohidrat yang rendah, yakni 9 gram karbohidrat dalam 100 gram terong. Selain itu terong juga termasuk sumber serat, vitamin K, tiamin, dan mangan yang baik.

Gunakan terong sebagai pengganti lasagna untuk mendapatkan sajian “pasta” yang lebih sehat namun tetap nikmat.

Baca juga: Kandungan Sodium dalam Mi Instan Sangat Tinggi, Kenali Risikonya

2. Mi kubis

Kubis atau kol merupakan salah satu makanan pengganti mi yang sangat sederhana dan rendah karbohidrat.

Dalam 100 gram kubis, terkandung 6 gram karbohidrat. Kubis juga menawarkan 54 persen dari kebutuhan harian akan vitamin C dan 85 persen kebutuhan harian vitamin K.

Tak hanya itu, terdapat kandungan folat dan berbagai vitamin serta mineral penting lainnya yang terkandung dalam kubis.

3. Mi bawang bombay

Bawang bombay merupakan pengganti pasta yang nikmat namun tidak biasa. Bawang mengandung 1/3 karbohidrat dari pasta dan kaya akan serat, vitamin C, vitamin B6, folat, kalium, dan fosfor.

Bawang juga merupakan sumber flavonoid antioksidan yang sangat baik. Ia menawarkan banyak manfaat kesehatan, mulai dari menurunkan tekanan darah hingga meningkatkan kesehatan jantung.

Baca juga: Benarkah Mi Instan Mengandung Lilin?

4. Mi shirataki

Mi shirataki merupakan mi panjang berwarna putih yang juga dikenal sebagai konjak. Shirataki merupakan alternatif mi dan pasta yang rendah karbohidrat dan kalori.

Mi shirataki dibuat dari jenis serat yang disebut sebagai glukomanan, yakni berasal dari tanaman konjak.
Glukomanan termasuk serat larut yang berarti dapat menyerap air dan membentuk gel kental usus. Ini akan memperlambat pencernaan sehingga membantu mepertahankan rasa kenyang.

5. Mi tahu

Mi tahu merupakan variasi dari mi shirataki tradisional. Ia terbuat dari campuran serat tahu dan glukomanan.

Mi tahu mengandung sedikit kalori dan karbohidrat tambahan. Selain itu, tahu kaya akan protein serta senyawa tanaman yang bermanfaat untuk melindungi kesehatan tubuh dari penyakit kronis, seperti penyakit jantung, diabetes, dan kanker.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Fenomena
Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Oh Begitu
Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena
Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Fenomena
Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Oh Begitu
Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Oh Begitu
Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Fenomena
Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Oh Begitu
Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Oh Begitu
Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Fenomena
2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

Oh Begitu
Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena
Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Oh Begitu
Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Oh Begitu
Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Oh Begitu
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.