Orang yang Alami Reaksi Alergi pada Dosis Pertama Vaksin mRNA, Terbukti Mampu Menoleransi Dosis Kedua

Kompas.com - 03/08/2021, 21:33 WIB
Ilustrasi vaksin Pfizer-BioNTech dan vaksin Moderna yang berbasis messenger RNA (mRNA), berhasil memberikan perlindungan pada ibu hamil, ibu menyusui dan bayi baru lahir. Studi pada dosis vaksin Covid-19 mRNA ini memberi harapan untuk melindungi populasi ini dari infeksi virus corona. SHUTTERSTOCK/Nixx PhotographyIlustrasi vaksin Pfizer-BioNTech dan vaksin Moderna yang berbasis messenger RNA (mRNA), berhasil memberikan perlindungan pada ibu hamil, ibu menyusui dan bayi baru lahir. Studi pada dosis vaksin Covid-19 mRNA ini memberi harapan untuk melindungi populasi ini dari infeksi virus corona.

KOMPAS.com - Sebuah studi baru menunjukkan, kebanyakan orang dengan reaksi alergi terhadap dosis pertama vaksin mRNA Covid-19, baik dari Pfizer/BioNTech atau Moderna dapat dengan aman menerima dosis kedua.

Sebelumnya, reaksi alergi yang muncul setelah vaksinasi mRNA Covid-19 dilaporkan setinggi 2%, dengan anafilaksis - reaksi alergi seluruh tubuh yang mengancam jiwa - terjadi hingga 2,5 per 10.000 orang.

Terkait hal itu, ahli alergi di Massachusetts General Hospital (MGH) memimpin sebuah penelitian untuk mengetahui, apakah semua individu yang mengalami reaksi alergi terhadap dosis pertama vaksin mRNA Covid-19 dapat menerima dosis kedua dan menoleransinya tanpa komplikasi.

Baca juga: Mengenal Apa Itu mRNA pada Vaksin Pfizer dan Moderna

Untuk mengetahui hal tersebut, peneliti dari MGH, Vanderbilt University Medical Center, University of Texas Southwestern Medical Center, dan Yale School of Medicine menggabungkan data pasien yang mencari perawatan spesialis alergi di rumah sakit, setelah adanya reaksi terhadap dosis pertama vaksin mRNA Covid-19 mereka.

"Reaksi ini dapat mencakup gejala seperti gatal-gatal atau kemerahan. Semua pasien termasuk yang disarankan oleh spesialis alergi setelah reaksi dosis satu," jelas penulis utama Matthew S. Krantz, MD, dari Vanderbilt University Medical Center.

Di antara 189 pasien, 32 (17%) mengalami anafilaksis – alergi gejala berat setelah dosis pertama vaksin mRNA Covid-19. Sebanyak 159 pasien (84%) melanjutkan untuk menerima dosis kedua.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Semua 159 pasien, termasuk 19 orang yang mengalami anafilaksis setelah dosis pertama, terbukti tubuh mereka menoleransi dosis kedua.

Tiga puluh dua pasien (20%) melaporkan gejala langsung dan berpotensi alergi, terkait dengan dosis kedua yang sembuh sendiri, ringan, dan/atau sembuh hanya dengan antihistamin.

Baca juga: WHO: Vaksin mRNA Manfaat Lebih Besar Dibandingkan Risiko Jantung

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.