Kompas.com - 03/08/2021, 20:10 WIB
Ilustrasi vaksin Pfizer akhirnya kantongi izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia. Efikasi vaksin Comirnaty ini capai 100 persen pada anak usia 12 tahun. Vaksin mRNA ini harus disimpan pada suhu minus 90 derajat Celsius. SHUTTERSTOCK/DANIEL CHETRONIIlustrasi vaksin Pfizer akhirnya kantongi izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia. Efikasi vaksin Comirnaty ini capai 100 persen pada anak usia 12 tahun. Vaksin mRNA ini harus disimpan pada suhu minus 90 derajat Celsius.

KOMPAS.com - Messenger RNA atau yang juga dikenal sebagai mRNA adalah salah satu jenis RNA (ribonukleat acid) yang ditemukan di dalam sel.

Melansir National Human Genome Research Intitute, dikatakan Lawrence C. Brody, Ph.D., jenis RNA ini seperti kebanyakan RNA, dibuat dalam nukleus dan kemudian diekspor ke sitoplasma di mana mesin translasi - mesin yang benar-benar membuat protein, mengikat molekul mRNA ini dan membaca kode pada mRNA untuk membuat protein tertentu.

Jadi secara umum, satu gen, DNA untuk satu gen, dapat ditranskripsi menjadi molekul mRNA yang pada akhirnya akan membuat satu protein spesifik.

Baca juga: Perancis Berencana Gunakan Vaksin mRNA Jadi Dosis Kedua Setelah AstraZeneca

Selama beberapa dekade, para peneliti telah mempelajari vaksin berbasis mRNA. Ketertarikan pada vaksin mRNA ini terus berkembang, karena vaksin ini dapat dikembangkan di laboratorium menggunakan bahan yang tersedia.

Ini berarti, prosesnya dapat distandarisasi dan ditingkatkan, membuat pengembangan vaksin lebih cepat daripada metode pembuatan vaksin tradisional.

Menariknya, teknologi vaksin mRNA di masa depan memungkinkan satu vaksin memberikan perlindungan untuk beberapa penyakit, sehingga mengurangi jumlah suntikan yang diperlukan untuk perlindungan terhadap penyakit umum yang dapat dicegah dengan vaksin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tahun lalu, setelah informasi yang diperlukan terkait virus corona penyebab Covid-19 tersedia, para ilmuwan mulai merancang instruksi mRNA untuk sel membangun protein lonjakan unik menjadi vaksin mRNA.

Sebelumnya, vaksin mRNA juga telah dipelajari untuk flu, Zika, rabies, dan cytomegalovirus (CMV).

Pendekatan Baru untuk Vaksin

Meski demikian, vaksin mRNA masih dikatakan jenis vaksin baru untuk melindungi dari penyakit menular.

Jika umumnya, vaksin memasukkan virus yang dilemahkan atau tidak aktif ke dalam tubuh kita untuk memicu respons kekebalan, berbeda dengan vaksin mRNA.

Vaksin mRNA mengajarkan sel tubuh kita cara membuat protein—atau bahkan hanya sepotong protein—yang memicu respons imun di dalam tubuh.

Respons imun itu, yang akan menghasilkan antibodi, dan selanjutnya akan melindungi kita dari infeksi, jika virus yang sebenarnya masuk ke dalam tubuh.

Baca juga: Efikasi Vaksin Pfizer Efektif 100 Persen, Apakah Vaksin Ini Kebal Covid-19?

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.