Kompas.com - 03/08/2021, 17:30 WIB
Harimau Sumatra terlihat di Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta Selatan, Senin (2/8/2021). Pelacakan sumber penularan Covid-19 dilakukan terhadap keeper atau penjaga harimau dan beberapa kurator, yang menangani dua spesies Panthera Tigris Sumatrae atau Harimau Sumatra. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGHarimau Sumatra terlihat di Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta Selatan, Senin (2/8/2021). Pelacakan sumber penularan Covid-19 dilakukan terhadap keeper atau penjaga harimau dan beberapa kurator, yang menangani dua spesies Panthera Tigris Sumatrae atau Harimau Sumatra.

KOMPAS.com - Dua harimau Sumatera di Taman Margasatwa Ragunan (TMR) yang diberi nama Tino dan Hari terkonfirmasi positif Covid-19 pada 15 Juli 2021.

2 Harimau Sumatera ini, menambah deret hewan atau satwa di dunia yang terinfeksi Covid-19 sejak pandemi ini melanda berbagai negara di dunia mulai akhir tahun 2019 lalu.

Menanggapi persoalan ini, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Ir Wiratno MSc turut memberikan rekomendasinya.

Baca juga: 2 Harimau Sumatera di Ragunan Terinfeksi Covid-19, Ini 3 Imbauan Dokter Hewan

Wiratno mengatakan, memperhatikan perkembangan terkini dari pandemi Covid-19, dengan varian virus terbaru yang lebih cepat berkembang dan menular, maka tindakan pencegahan penularan penyakit terhadap hewan sangat penting dilakukan.

Terutama di fasilitas yang melakukan pengelolaan dan perawatan satwa, seperti Lembaga Konservasi Umum (Kebun Binatang, Taman Safari, Taman Satwa, Taman Satwa Khusus), Lembaga Konservasi Khusus (Pusat Penyelamaan Satwa, Pusat Penyelamatan Satwa, Pusat Rehabilitasi Satwa, Pusat Latihan Satwa Khusus, Pusat Konservasi Satwa), Penangkaran dan Tempat Transit Satwa.

"Terhadap hal di atas, maka diperlukan peningkatan kewaspadaan yang lebih tinggi terhadap pengelolaan dan perawatan satwa selama pandemi, terutama dalam situasi PPKM darurat," kata Wiratno dalam keterangan tertulisnya yang diterima Kompas.com, Senin (2/8/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

KLKH juga mengimbau, agar UPT KSDAE dan Mitar Kerja Bidang Konservasi Keanekaragam Hayati melaksanakan pencegahan penularan penyakit, baik pada manusia maupun satwa liar terutama untuk mencegah penularan Covid-19.

Cara mencegah hewan terinfeksi Covid-19

Berikut tujuh cara mendasar yang bisa dilakukan untuk mencegah infeksi Covid-19 pada hewan.

1. Protokol kesehatan

Pemilik hewan peliharaan, baik individual ataupun pusat konservasi, seperti taman margasatwa dan kebun binatang harus terus menerapkan protokol kesehatan atau pedoman yang masih berlaku di setiap unit pengelolaan dan perawatan satwa.

Dalam penerapannya, juga harus dilakukan evaluasi protokol kesehatan atau pedoman pencegahan penularan Covid-19 yang ada saat ini. 

Serta, apabila diperlukan, melakukan peyesuaian terhadap protokol kesehatan atau pedoman pada situasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

2. Lakukan tes swab antigen dan PCR rutin petugas

Cara mencegah infeksi Covid-19 pada hewan berikutnya adalah dengan melakukan test swab antigen secara rutin.

Sebagai informasi, Tino dan Hari terpapar Covid-19 justru pada saat TMR sedang ditutup untuk pengunjung karena pandemi Covid-19, dan tidak ada tamu yang diperbolehkan masuk kecuali petugas TMR.

Dengan begitu, Dokter hewan yang menangani Tino dan Hari, Drh Endah Rumiyati mengatakan, Tino dan Hari kemungkinan terpapar oleh perawat mereka yang kemungkinan lebih dulu terpapar Covid-19.

Tino dan Hari bisa saja terpapar saat mendapat perawatan dari petugas yang tidak tahu dirinya terpapar Covid-19, karena berstatus orang tanpa gejala (OTG).

"Dan memang sampai saat ini kami tetap melakukan tracing, karena perawat-perawat kami tidak ada yang menunjukan gejala sakit. tetapi kita tidak menutup kemungkinan kalau OTG ya," kata Endah dalam siaran video, Minggu (1/8/2021).

Oleh karena itu, Wiratno mengatakan, penting untuk melakukan tes swab antigen secara rutin terhadap petugas yang melakukan kontak langsung dalam pengelolaan dan perawatan satwa, serta petugas yang melakukan kegiatan penyelamatan satwa.

"Terhadap petugas yang setiap hari harus melakukan kontak dengan satwa, maka perlu dilakukan test swab PCR secara rutin," kata dia.

Baca juga: Infeksi Covid-19 pada Hewan, Begini Penjelasan Para Ilmuwan

Ilustrasi virus corona, Covid-19. (Shutterstock)KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFAL Ilustrasi virus corona, Covid-19. (Shutterstock)

3. Jaga jarak saat memberi makan hewan

Selanjutnya, cara mencegah infeksi Covid-19 pada hewan atau satwa adalah dengan menjaga jarak aman atau physical distancing, saat memberikan makanan kepada mereka.

Tidak hanya itu, Wiratno meminta agar petugas yang memberikan pakan kepada satwa diharuskan mengenakan masker sesuai standar yang berlaku.

"Memberikan pakan satwa harus dengan menerapkan physical distancing (jaga jarak) dan menggunakan masker sesuai standar kesehatan bagi petugas," jelasnya.

Hal ini perlu dilakukan karena, infeksi Covid-19 yang dialami oleh manusia bisa menular ke hewan. Sebaliknya, hingga saat ini tidak ada data yang menunjukkan bahwa hewan dapat menularkan virus ke manusia.

Baca juga: Kasus Pertama di Dunia, Harimau Terinfeksi Virus Corona

4. Lakukan desinfeksi rutin

Tindakan berikutnya yang harus dilakukan agar hewan peliharaan dan satwa terhindar dari risiko infeksi Covid-19 adalah membersihkan dan melakukan desinfeksi secara rutin.

Desinfeksi rutin ini terutama dapat dilakukan terhadap sarana pemeliharaan dan perataan yang digunakan dalam pengelolaan satwa.

5. Siapkan kandang isolasi

Pemilik hewan peliharaan ataupun petugas konservasi harus menyiapkan tempat atau kandang isolasi sebagai sarana pencegahan penularan terhadap hewan yang ada.

Kandang isolasi ini diperuntukkan bagi satwa yang terinfeksi baik infeksi Covid-19 maupun infeksi penyakit lainnya.

Utamakan, kandang isolasi tersebut lokasinya jauh dan terpisah dari satwa lainnya.

6. Tes PCR satwa

Wiratno juga menegaskan, dalam upaya  pencegahan infeksi Covid-19 pada hewan, maka penting sekali melakukan tes bebas Covid-19 dengan swab PCR terhadap satwa yang masuk ke lingkungan konservasi tersebut.

Tes swab PCR ini juga diperlukan untuk satwa yang akan dilepasliarkan atau dipindahkan.

7. Kelola sampah medis

Cara pencegahan yang tak kalah penting lainnya adalah melakukan pengelolaan sampah medis dengan cara yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Upayakan sebelum membuang sampah medis, semprot dahulu dengan disinfektan, klorin atau cairan pemutih, agar bekas sampah yang ada benar-benar steril dari patogenesis yang bisa menginfeksi hewan.

Tidak hanya itu, usahakan sampah bekas masker yang dipakai oleh petugas harus dirusak, dirobek ataupun digunting terlebih dahulu sebelum dibuang.

Baca juga: 2 Kucing Positif Covid-19, Bisakah Hewan Piaraan Tularkan Virus?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.