Luhut Sebut Kasus Covid-19 Turun 50 Persen, Epidemiolog: Indonesia Baru Masuki Titik Puncak Pandemi

Kompas.com - 03/08/2021, 12:01 WIB
Suasana pelaksanaan vaksin Covid-19 Sinovac di Holywings Gatot Subroto, Jakarta, Senin (2/8/2021). Akselerasi vaksinasi Covid-19 ini diharapkan dapat menekan laju penyebaran Covid-19. Sebelumnya, Jokowi menargetkan vaksinasi 1 juta per hari pada Juli dan 2 juta per hari pada Agustus. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana pelaksanaan vaksin Covid-19 Sinovac di Holywings Gatot Subroto, Jakarta, Senin (2/8/2021). Akselerasi vaksinasi Covid-19 ini diharapkan dapat menekan laju penyebaran Covid-19. Sebelumnya, Jokowi menargetkan vaksinasi 1 juta per hari pada Juli dan 2 juta per hari pada Agustus.

KOMPAS.com - Epidemiolog menyebut saat ini Indonesia sedang memasuki puncak pandemi Covid-19 dan angka kasus kematian diprediksi akan memuncak pada pertengahan Agustus ini.

Di sisi lain, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, angka kasus harian Covid-19 di Jawa dan Bali turun sebesar 50 persen dari puncak kasus Covid-19 pada 15 Juli 2021.

"Kalau kita lihat, sejak puncaknya pada 15 Juli 2021, sampai dengan hari ini menunjukkan penurunan, angkanya itu sudah 50 persen. Ini saya kira memberikan harapan yang bagus tapi kita tetap harus berhati-hati karena menghadapi varian delta ini," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Senin (2/8/2021).

Benarkah kasus Covid-19 harian menurun, atau testingnya yang menurun?

Baca juga: Epidemiolog: PPKM Sudah Seharusnya Diperpanjang, tapi Ada Catatan Penting

Epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman mengatakan bahwa kasus harian yang dilaporkan menurun karena testing yang dilakukan juga menurun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal tersebut dibuktikan dengan masih tingginya tingkat positivity rate di Indonesia.

"Jadi kasus harian enggak turun," kata Dicky kepada Kompas.com, Selasa (3/8/2021).

Dari data Puskesmas di Jawa Barat, Dicky berkata, untuk mendapatkan obat Covid-19 masyarakat harus melakukan tes PCR sendiri.

Dia mengungkapkan, hal itu sudah menunjukkan bahwa kasus Covid-19 banyak terjadi di masyarakat tetapi akses testing sangat minim dan strategi testing pasif.

"Itu membuat semakin jauh kita bisa mengklaim bahwa kasus harian yang dilaporkan mewakili kejadian sebenarnya," ungkapnya.

"Mungkin, (kasus Covid-19) turun setengahnya pun enggak."

Ini artinya, angka kasus harian yang dilaporkan di Indonesia dengan jumlah yang turun lebih dari setengah dibanding pekan lalu, dipandang ahli sebagai angka semu.

"Harus dilihat juga, positivity rate sangat tinggi. Yang artinya, pandeminya sangat tidak terkendali."

Positivity rate adalah perbandingan antara jumlah kasus positif Covid-19 dengan jumlah tes yang dilakukan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.