Kompas.com - 02/08/2021, 14:02 WIB
ilustrasi mi instan freepikilustrasi mi instan

KOMPAS.comMi instan adalah menu yang menjadi pilihan banyak orang. Selain karena rasanya enak, harganya juga murah serta praktis untuk di masak.

Namun, ada isu bahwa mi mengandung lilin di permukaannya yang membuat mi ini tidak lengket ketika dimasak. Bagaimana faktanya?

Mi instan mengandung lilin

Ternyata isu mi mengandung lilin sudah muncul sejak tahun 2016. Pertama kali disebarkan, isu ini menyebutkan bahwa mi instan memiliki lapisan lilin di permukaannya, yang biasa digunakan dalam wadah styrofoam.

Disebutkan bahwa penggunaan lilin pada permukaan mi bertujuan agar mi tidak menempel satu sama lain. Tujuan lainnya adalah agar mi yang dimasak memiliki tampilan yang lebih mengilap dan menarik perhatian.

Baca juga: Iklan Mi Instan, Benarkah Bikin Usus Buntu jika Dimakan Setiap Hari?

Lebih lanjut, isu itu menambahkan bahwa tubuh kita membutuhkan waktu dua hari untuk membersihkan lilin tersebut. Sehingga, kita hanya bisa memakan mi instan setidaknya 3 hari sekali. Lebih dari itu, lilin tersebut akan menyebabkan kanker.

Banyak yang mempercayai isu ini bahkan hingga hari ini. Namun ternyata ini semua hanya hoax. Berikut fakta-faktanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Fakta tentang mi instan

Dilansir dari The Singapore Food Agency, isu yang telah disebutkan di atas adalah mitos dan tidak benar. Menyebarkan isu tanpa berdasarkan fakta bisa memicu kebingungan di kalangan masyarakat. Ini bisa menyebabkan masyarakat tidak bisa membedakan mana yang fakta dan mana yang mitos.

Baca juga: Sehat atau Tidak? Begini Kandungan Nutrisi dalam Mi Instan

Faktanya, mi instan tidak dilapisi oleh lilin. Terdapat dua cara untuk mengawetkan mi instan, yaitu dengan high heat treatment dan digoreng.

Cara pertama dengan high heat treatment. Cara ini memanfaatkan suhu tinggi untuk mengurangi kadar air di dalam mi. Hal ini akan membuat permukaan mi melebar dan memberikan tampilan yang lebih mengilap.

Sedangkan cara kedua yaitu dengan digoreng. Cara ini menggunakan cara deep frying untuk mengurangi kadar air dalam mi. Namun, mi yang dikeringkan dengan cara ini, memiliki tampilan yang tidak terlalu mengilap dibandingkan dengan cara pertama.

Jadi, tidak benar bahwa mi dilapisi lilin di permukaannya. Cara mengeringkan tersebut yang akan mempengaruhi tampilan mi. Cara ini perlu dilakukan agar mi bisa menjadi makanan yang awet dan tahan lama untuk disimpan sebagai persediaan makanan.

Sedangkan isu bahwa mi tidak menempel satu sama lain, ini merupakan hasil dari proses pembuatan mi itu sendiri. Mi mengalami proses pemotongan adonan hingga proses penggorengan yang telah disebut di atas.

Baca juga: Kata Ahli Gizi, Ini Cara Memasak Mi Instan agar Lebih Sehat

Jadi, sehatkan mengonsumsi mi?

Isu bahwa mi mengandung lilin memang tidak benar. Namun, bukan berarti Anda bisa makan mi instan setiap hari. Untuk memenuhi kebutuhan gizi harian, Anda tetap memerlukan makanan 4 sehat 5 sempurna.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.