Kompas.com - 02/08/2021, 08:03 WIB
Ilustrasi antibodi monoklonal untuk Covid-19 ShutterstockIlustrasi antibodi monoklonal untuk Covid-19

KOMPAS.com - Salah satu terapi terbaru untuk pasien Covid-19 di Indonesia adalah regdanvimab.

Terapi ini, dengan merek dagang Regkirona yang izin ekslusif pemasarannya di Indonesia dipegang oleh perusahaan farmasi Dexa Group, telah mengantungi izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan POM untuk diimpor dan dihadirkan di Indonesia sesuai dengan kebutuhan rumah sakit dan dokter untuk perawatan pasien Covid-19.

Regdanvimab juga telah dimasukkan ke dalam Surat Usulan Revisi Pedoman Tata Laksana Covid-19 tertanggal 14 Juli 2021 oleh sejumlah perhimpunan profesi dokter Indonesia.

Perhimpunan-perhimpunan itu antara lain Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Baca juga: Apa itu Oseltamivir, Favipiravir, dan Azithromycin? Obat yang Ditanya Jokowi ke Menkes Budi

Apa itu regdanvimab?

Dipaparkan oleh Dr. Raymond Tjandrawinata, Executive Director Dexa Laboratories of
Biomolecular Sciences (DLBS), regdanvimab merupakan suatu terapi pengobatan antibodi monoklonal untuk Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Obat ini bekerja dengan mengikat Receptor Binding Domain atau RBD dari spike protein SARS-COV-2, yang kemudian menghambat interaksi dengan reseptor seluler tubuh atau ACE2 sehingga mencegah masuknya virus ke dalam sel tubuh dan mencegah infeksi SARS-CoV-2.

Dalam Surat Usulan Revisi Pedoman Tata Laksana Covid-19 tertanggal 14 Juli 2021, regdanvimab direkomendasikan untuk pasien Covid-19 dewasa yang bergejala ringan dan tidak memerlukan terapi oksigen (belum hipoksia), tetapi memiliki risiko tinggi mengalami gejala Covid-19 berat.

Pasien dengan risiko tinggi adalah mereka yang ditenggarai memiliki penyakit penyerta seperti diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung, penyakit ginjal, penyakit paru kronis, penyakit hati kronis, penyakit kanker, dan lain sebagainya.

Berdasarkan riset yang sudah ada, dosis regdanvimab 40 mg/kgBB diberikan kepada pasien yang didiagnosis positif Covid-19 secara intravena atau infus tidak lebih dari tujuh hari sejak onset gejala, di bawah pengawasan dokter.

Efek samping yang mungkin timbul, tetapi jarang terjadi, antara lain demam dan reaksi alergi.

Baca juga: Mengenal Actemra, Obat Rekomendasi WHO untuk Pasien Covid-19

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.