Kompas.com - 01/08/2021, 11:03 WIB
Ilustrasi asteroid ratpack223Ilustrasi asteroid

KOMPAS.com - Asteroid adalah salah satu benda langit yang memiliki sisi negatif dan positif terhadap makhluk bumi.

Asteroid bisa menjadi ancaman bagi kepunahan peradaban di Bumi, sebagaimana yang terjadi jutaan tahun silam saat memunahkan spesies dinosaurus.

Namun, Peneliti Pusat Sains dan Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Andi Pangerang mengatakan, asteroid juga bisa bermanfaat bagi kehidupan atau peradaban manusia di muka bumi, termasuk dengan cara penambangan.

Baca juga: Asteroid Ini Akan Melintasi Bumi 21 Maret, Tingginya 3 Kali Menara Eiffel

Penambangan asteroid adalah hipotesis atau kemungkinan eksploitasi bahan baku yang berada di asteroid dan planet minor, termasuk juga objek dekat Bumi (Near Earth Object/NEO).

Hal ini didefinisikan oeh Brian O'Leary dalam Mining the Apollo and Amor Asteroids.

Menurut Andi, asteroid dapat menjadi sumber berharga bagi manusia, karena dapat menyimpan berbagai macam mineral yang diperlukan dalam kehidupan manusia sehari-hari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Telebih kata dia, di tengah meningkatnya permintaan akan bahan-bahan logam. Sedangkan, pertambagan di Bumi (terrestrial mining) belum cukup mampu untuk menopang peradaban manusia secara berkelanjutan.

"Di tengah berkurangnya sumber daya mineral di Bumi dikarenakan eksploitasi besar-besaran, ekstraksi unsur-unsur berharga dari sebongkah asteroid yang kemudian di bawa ke Bumi untuk menghasilkan keuntungan, menjadi gagasan yang cukup menarik," kata Andi seperti dikutip Kompas.com dalam edukasi sains lapan, Jumat (30/7/2021).

Ada dua aspek yang bisa dijadikan pertimbangan dalam kemungkinan penambangan asteroid ini.

1. Aspek geologis

Andi menjelaskan, dari aspek geologis, meskipun asteroid dan Bumi sama-sama mengalami akresi atau peningkatan ukuran objek akibat gaya gravitasi pada pusat objek yang menarik lebih banyak materi, unsur-unsur siderofilik (berinteraksi tarik-menarik dengan besi) tertarik menuju inti Bumi muda yang cair oleh gravitasi Bumi, yang cukup kuat empat miliyar tahun silam.

Oleh karena itu, kata dia, kerak Bumi yang menipis lebih sedikit mengandung unsur-unsur mineral berharga sampai akhirnya asteroid-asteroid yang jatuh ke Bumi membawa unsur-unsur tersebut. 

Di antaranya seperti emas, kobalt, besi, mangan, molibdenum, nikel, osmium, paladium, platinum, renium, dan wolfram.

"Saat ini, mineral tersebut ditambang dari kerak bumi dan sangat penting untuk kemajuan ekonomi dan teknologi. Oleh karenanya, sejarah geologis Bumi dapat menjadi landasan bagi masa depan penambangan asteroid," jelasnya.

Baca juga: Asteroid Pembunuh Dinosaurus Bantu Ciptakan Hutan Hujan, Kok Bisa?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.