Kompas.com - 31/07/2021, 13:02 WIB
Ahli temukan fosil otak kepiting tapal kuda Euproops danae berusia 310 juta tahun. Alam membantu fosil ini terawetkan dengan sempurna selama ratusan juta tahun. Russell Bicknell via Live ScienceAhli temukan fosil otak kepiting tapal kuda Euproops danae berusia 310 juta tahun. Alam membantu fosil ini terawetkan dengan sempurna selama ratusan juta tahun.

KOMPAS.com - Para peneliti menemukan fosil otak kepiting tapal kuda berusia 310 juta tahun. Temuan fosil seperti ini belum pernah tercatat dan ditemukan sebelumnya.

Dilansir dari Live Science, Jumat (30/7/2021), temuan ini merupakan kejutan dan kabar baik untuk memahami evolusi nenek moyang krustasea ini.

Dalam laporan terbaru yang terbit di jurnal Geology edisi 26 Juli 2021 secara online, dikatakan bahwa ini adalah fosil otak dari spesies yang sudah punah Euproops danae.

Peneliti menemukan fosil tersebut di Mazon Creek, Illinois, dalam kondisi jaringan lunak halus hewan itu terawetkan dengan sempurna.

Baca juga: Fosil Hewan Tertua di Dunia Ditemukan di Kanada, Seperti Apa?

Ada empat spesies kepiting tapal kuda yang hidup saat ini. Semuanya memiliki kerangka luar yang keras, memiliki 10 kaki, dan kepala berbentuk U.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terlepas dari namanya, "kepiting" ini sebenarnya adalah arakhnida yang terkait erat dengan kalajengking dan laba-laba, menurut The National Wildlife Federation.

Menurut para peneliti, meski fosil kepiting tapal kuda relatif umum, tidak ada yang tahu bagaimana bentuk otak nenek moyang mereka di masa lalu.

"Ini adalah bukti pertama dan satu-satunya untuk otak pada fosil kepiting tapal kuda," kata penulis utama Russell Bicknell, ahli paleontologi di University of New England di Maine, kepada Live Science.

"Peluang menemukan fosil otak adalah satu banding sejuta, atau lebih jarang," tambahnya.

Padahal, kata Bicknell, jaringan lunak yang membentuk otak sangat rentan terhadap pembusukan yang cepat.

"Agar otak terawetkan, diperlukan kondisi geologis yang sangat khusus, atau amber."

Proses geologi membantu menjaga jaringan lunak Euproops danae tetap dalam kondisi baik selama jutaan tahun, termasuk otaknya.

"Bisa dikatakan, sebenarnya kami menemukan beton bukan otak," kata Bicknell.

Endapan di Mazon Creek terbuat dari mineral besi karbonat yang disebut siderite, yang membentuk konkresi — endapan mineral — yang dapat dengan cepat membungkus mayat dan memfosilkannya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.