LIPI Temukan Spesies Baru Katak Pucat dari Garut, Status Terancam Kritis

Kompas.com - 30/07/2021, 12:02 WIB

KOMPAS.com - Para peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berhasil menemukan dan mengidentifikasikan katak-pucat Pantai Selatan dari hutan dataran rendah Jawa.

Jenis katak pucat yang berhasil ditemukan tersebut berasal dari marga Chirixlus Boulenger.

Dikarenakan ditemukan di hutan dataran rendah wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat, maka spesies baru Katak-pucat yang satu ini diberi nama Chirixalus pantaiselatan.

Sampel Katak-pucat C. pantaiselatan dijumpai tahun 2017 dalam kegiatan Citizen science ‘Gerakan Observasi Amfibi Reptil Kita (Go ARK). 

Baca juga: Seri Fauna Nusantara, LIPI Temukan Spesies Baru Katak di Area Freeport

Gerakan tersebut diinisiasi oleh Penggalang Herpetologi Indonesia (PHI). Hasil penelitian ini telah diterbitkan di jurnal Raffles Bulletin of Zoology pada 5 Juli 2021 lalu. 

Peneliti Pusat Peneliti Biologi LIPI, Amir Hamidy sebagai salah satu penulis dalam penelitian ini menyatakan, temuan ini dapat memberikan informasi baru tentang distribusi beberapa spesies atau bahkan jenis baru dari area umum.

Dengan begitu, menurut Amir, penting sekali partisipasi publik dan keterlibatan ilmiah profesional dalam pemantauan keanekaragaman hayati ini.

“Pengetahuan dan keterlibatan masyarakat dapat memberikan data empiris tentang skala spasial yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Amir dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (30/7/2021).

Menurut Amir, kurangnya informasi keanekaragaman hayati misalnya, distribusi, populasi, dan informasi habitat dari spesies adalah masalah serius dalam program konservasi keanekaragaman hayati di negara berkembang seperti Indonesia. 

Sehingga, partisipasi publik yang dikelola dengan baik akan dapat membantu menyelesaikan masalah ini di masa depan.

Morfologi Katak-pucat Pantaiselatan

Amir menjelaskan, setelah dilakukan analisis morfologi, molekuler dengan menggunakan DNA mitokondria dan suara kawin (advertisement call) maka jenis tersebut tidak cocok dengan jenis dari marga yang sudah ada. 

Oleh karena itu, didukung oleh bukti morfologi, molekuler, dan akustik maka jenis ini dideskripsikan sebagai jenis baru.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.