Kompas.com - 29/07/2021, 19:31 WIB
Ilustrasi isolasi mandiri saat pandemi ShutterstockIlustrasi isolasi mandiri saat pandemi
Penulis Lulu Lukyani
|

KOMPAS.comIsolasi mandiri merupakan upaya yang mesti dilakukan pasien Covid-19 bergejala ringan maupun tanpa gejala untuk mencegah penularan virus corona.

Terdapat sejumlah prosedur yang harus diperhatikan, baik sebelum maupun saat menjalani isolasi mandiri.

Dilansir dari Covid19.go.id, berikut adalah prosedur isolasi mandiri di rumah yang benar dan harus dilakukan oleh setiap pasien Covid-19:

Persiapan isolasi mandiri

1. Menyiapkan stok obat-obatan dasar seperti vitamin atau obat lain yang sesuai dengan anjuran dokter

2. Mempersiapkan alat-alat kesehatan dasar, seperti alat pengukur suhu badan dan oxymeter untuk mengukur saturasi oksigen

3. Mempersiapkan masker dan cairan disinfektan yang terbuat dari air dan sabun

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

4. Menyiapkan ruagan terpisah yang tidak diakses oleh anggota keluarga lain

5. Menyiapkan daftar kontak orang terdekat atau terpercaya maupun hotline penting untuk kebutuhan darurta.

Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental Selama Isolasi Mandiri, Ini Saran Ahli

Saat isolasi mandiri

1. Menerapkan pola hidup bersih dan sehat dengan rajin olahraga, makan makanan bergizi seimbang, dan selalu mencuci tangan

2. Pendamping pasien harus mengelola sampah dan limbah harian secara hati-hati, minimal memakai alat pelindung diri (APD)

3. Melakukan disinfeksi secara rutin, terutama pada alat-alat yang paling sering disentuh

4. Menjamin ruangan isolasi mandiri mendapatkan sirkulasi udara dan pencahayaan yang baik

5. Rutin mencatat perkembangan gejala suhu tubuh, laju nafas, dan saturasi oksigen

6. Lakukan isolasi mandiri selama 10 hari bagi pasien Covid-19 tanpa gejala dan tambahan 3 hari untuk pasien Covid-19 bergejala ringan

Baca juga: Panduan Isolasi Mandiri untuk Anak Menurut IDAI

7. Jika kondisi memburuk, segera hubungi nomor darurat dan layanan dokter atau petugas puskesmas setempat

8. Pastikan protokol saat memobilisasi pasien ke puskesmas atau rumah sakit diterapkan secara ketat.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito, menyarankan agar pasien Covid-19 melakukan pencatatan mandiri terkait perkembangan setiap gejala dan kondisi tubuh yang dirasakan.

Hal ini dilakukan untuk memudahkan proses pencatatan yang akurat oleh petugas puskesmas yang mengawasi.

Jika terjadi kondisi yang memburuk, segera hubungi nomor darurat dan layanan dokter atau petugas puskesmas setempat.

Baca juga: Ini Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan Saat Isolasi Mandiri

Adapun tanda-tanda pasien Covid-19 memburuk saat isolasi mandiri adalah demam, batuk sesak napas, dan napas cepat dengan frekuensi lebih dari 30 kali per menit.

“Pastikan protokol kesehatan saat memobilisasi pasien ke puskesmas atau rumah sakit diterapkan secara ketat menggunakan ambulans milik pemerintah setempat dengan petugas yang mengenakan APD secara lengkap,” ujar Prof. Wiku.

Pasien Covid-19 dengan gejala yang memburuk harus segera mendapatkan penanganan yang tepat dari fasilitas kesehatan untuk menghindari kondisi yang lebih parah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.