Kompas.com - 29/07/2021, 19:03 WIB
Gertrude B. Elion (kanan) dan George Hitchings (kiri), dua ilmuwan yang mengembangkan obat antivirus pertama di dunia. Gertrude B. Elion diganjar Nobel Prize karena penemuan obat antivirus, acyclovir yang dianggap telah memberikan dampak besar bagi dunia, yakni membuka jalan atas pengembangan obat antivirus untuk lawan virus ebola, HIV hingga yang saat ini dihadapi dunia, Covid-19. Will & Deni McIntyre via WIKIMEDIA COMMONSGertrude B. Elion (kanan) dan George Hitchings (kiri), dua ilmuwan yang mengembangkan obat antivirus pertama di dunia. Gertrude B. Elion diganjar Nobel Prize karena penemuan obat antivirus, acyclovir yang dianggap telah memberikan dampak besar bagi dunia, yakni membuka jalan atas pengembangan obat antivirus untuk lawan virus ebola, HIV hingga yang saat ini dihadapi dunia, Covid-19.


KOMPAS.com - Covid-19 adalah penyakit baru yang sepanjang tahun 2020 telah menggemparkan dunia. Penemuan obat antivirus untuk penyakit ini pun masih terus diteliti hingga saat ini.

Sehingga, untuk mengobati pasien Covid-19, para ahli dan tenaga medis menggunakan berbagai jenis obat untuk meredakan gejala-gejala dan keparahan penyakitnya.

Bulan April 2020 lalu, obat remdesivir terbukti mempercepat pemulihan pada pasien yang dirawat di rumah sakit dengan Covid-19.

Seperti diberitakan dari National Geographic, (31/8/2020), Anthony Fauci, direktur Institut Alergi dan Penyakit Menular Nasional AS, memuji temuan penggunaan obat antivirus itu sebagai “bukti konsep yang penting” di perlombaan untuk membawa pandemi.

Remdesivir adalah obat antivirus, yang menghambat kemampuan virus untuk bereplikasi dan menyebar. Obat ini biasanya digunakan untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh virus Ebola, yang berkembang di Benua Afrika.

Namun, kembali ke beberapa dekade lalu. Banyak ilmuwan yang meragukan apakah ada obat untuk penyakit yang disebabkan oleh virus, obat yang dapat menghambat reproduksi virus tanpa mencelakai sel inangnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Terapi Antivirus Ini Dikembangkan Ilmuwan Australia, Disebut bisa Bunuh Viral Load Virus Covid-19

 

Adalah acyclovir, obat antivirus yang pertama kali ditemukan dan merupakan penghambat virus herpes dengan efek samping yang sangat rendah. Penemuan obat antivirus ini telah mematahkan keraguan para ilmuwan tentang kemungkinan tidak ada obat yang bisa melawan infeksi virus.

Pertama kali dipresentasikan pada tahun 1978 pada sebuah konferensi di Atlanta, Georgia, penemuan acyclovir disebut dapat mengubah banyak hal dalam upaya mengembangkan antivirus yang efektif.

Hal tersebut disampaikan oleh Keith Jerome, Direktur Laboratorium Virologi Molekuler di University of Washington Medical School.

"Ini membuktikan bahwa mungkin untuk mengembangkan obat yang sangat spesifik yang menargetkan virus tanpa menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan" tegasnya.

Penemuan obat antivirus ini, pertama kalinya ditemukan oleh Gertrude B. Elion, seorang ahli biokimia asal Amerika Serikat.

Baca juga: Kalung Antivirus Corona Kementan, Ahli Sebut Perlu Uji Klinis pada SARS-CoV-2

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.