Kompas.com - 29/07/2021, 17:22 WIB
Gletser Barry di Prince William Sound, Alaska. Ilmuwan memperingatkan potensi tsunami dahsyat atau megatsunami di Alaska sebagai akibat pencairan gletser dan tanah longsor. SHUTTERSTOCK/Dara JGletser Barry di Prince William Sound, Alaska. Ilmuwan memperingatkan potensi tsunami dahsyat atau megatsunami di Alaska sebagai akibat pencairan gletser dan tanah longsor.


KOMPAS.com - Gempa tektonik berkekuatan magnitudo M 7,8 mengguncang wilayah Pantai Alaska. Alaska diguncang gempa bumi pada pukul 13.15 WIB, Kamis (29/7/2021) dan tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bambang Setiyo Prayitno MSi dalam keterangan tertulisnya.

Hasil info pendahuluan BMKG menunjukkan gempabumi ini berkekuatan M=7,8 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi  Mw=8,1.

Bambang menyampaikan, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 55,77 derajat LU dan 157,97 derajat BB. Lokasi tepatnya berada di di Alaska Peninsula, Amerika Utara pada kedalaman 36 km.

Dijelaskan Bambang, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa Alaska yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas pada lempeng Alaska.

Hasil analisis mekanisme sumber gempa menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Alaska Diguncang Gempa M 7,5 Tsunami Rendah sampai di Utara Papua

 

Diketahui pula bahwa hasil monitoring BMKG hingga pukul 16.00 WIB, Kamis (29/7/2021), telah terjadi 3 kali aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock. Pantai Alaska diguncang gempa susulan dengan magnitudo M=6,3; M=5,8; dan M=4,9.

Sementara itu, Pacific Tsunami Warning Center (PTWC) memberikan informasi bahwa gempa bumi ini berpotensi menimbulkan tsunami kurang dari 0,3 meter di wilayah Indonesia.

Namun, kata dia, pemantauan ketinggian muka air laut di sekitar pusat gempa tidak menunjukkan adanya kenaikan permukaan air laut.

Berdasarkan hasil pemodelan, tsunami akan tiba di wilayah Indonesia tepatnya di utara Papua pada tanggal 30 Juli 2021 pukul 00:10 WIB, dengan ketinggian tsunami yang tidak signifikan atau kurang dari 5 cm.

"Berdasarkan hasil pemodelan ini BMKG tidak mengeluarkan Peringatan Dini Tsunami untuk wilayah Indonesia," jelasnya.

Oleh karena itu, terkait kawasan Pantai Alaska yang diguncang gempa bumi berkekuatan M 7,8, BMKG mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Baca juga: 4 Fakta Gempa Alaska, Pernah Terjadi hingga Picu Peringatan Tsunami



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.