Kompas.com - 28/07/2021, 21:20 WIB
Ilustrasi tes Covid-19, deteksi Covid-19, pengujian virus corona. ShutterstockIlustrasi tes Covid-19, deteksi Covid-19, pengujian virus corona.
-

KOMPAS.com - Sudah lewat dari satu tahun sejak kemunculan pertamanya, pandemi Covid-19 masih belum menunjukkan tanda akan usai hingasaat ini.

Belakangan bahkan angka kasus positif Covid-19 dan angka kematian terus meningkat. Sayangnya, data kasus kematian akibat Covid-19 juga tak kunjung jelas. Data pemerintah daerah dengan data pemerintah pusat tak sesuai.

Melansir laman laporcovid19, per 23 Juli 2021, angka kematian positif Covid-19 yang dirilis oleh pemerintah pusat sebanyak 80.598 jiwa.

Baca juga: Testing Covid-19 Sempat Berkurang, Epidemiolog: Seharusnya Sejuta Per Hari untuk Tekan Angka Kematian

Sementara, berdasarkan hasil rekapitulasi data Covid-19 per provinsi yang dikumpulkan tim LaporCovid19, hingga 23 Juli 2021, angka kematian positif Covid-19 telah mencapai 100.436 jiwa. Ini belum termasuk sejumlah provinsi yang belum memperbarui data.

Dari data tersebut, terdapat selisih angka kematian sebesar 19.838 atau 24,6%. Ini berarti, lebih dari 19.000 kematian pasien positif Covid-19 belum tercatat di pemerintah pusat.

Angka kematian tersebut kemungkinan juga belum termasuk data kematian pasien dengan status probable Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan untuk menyertakan kasus probable sebagai kasus kematian akibat Covid-19.

WHO menekankan, kematian akibat Covid-19 adalah indikator utama untuk melacak evolusi pandemi. Sayangnya, banyak Negara yang belum dapat menyediakan data akurat, lengkap, dan tepat waktu.

Merujuk pedoman WHO, kematian akibat Covid-19 adalah kematian yang disebabkan adanya kriteria klinis penyakit Covid-19, baik itu probable atau terkonfirmasi. Kecuali, jika ada alternatif yang jelas yang menyebabkan kematian dan tidak dapat dikaitkan dengan Covid-19, misalnya, cedera parah karena kecelakaan.

Kematian akibat Covid-19 tidak dapat dikaitkan dengan penyakit lain, seperti kanker dan harus dihitung secara independen dari kondisi yang sudah ada sebelumnya, yang diduga memicu perjalanan penyakit Covid-19 yang parah.

Baca juga: Penyebab Kasus Covid-19 dan Kematian di Asia Tenggara Meningkat Tajam

Halaman:


Sumber CDC,WHO
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.