Kompas.com - 28/07/2021, 20:03 WIB
Balok dari Kuil Amun yang terkenal di zaman Mesir Kuno, menimpa kapal kuno dan menenggelamkannya di Laut Mediterania. Tak hanya kapal kuno, kuburan kuno juga ditemukan para arkeolog di dasar laut tersebut. Christoph Gerigk ©FranckGoddio/Hilti Foundation via LIVE SCIENCEBalok dari Kuil Amun yang terkenal di zaman Mesir Kuno, menimpa kapal kuno dan menenggelamkannya di Laut Mediterania. Tak hanya kapal kuno, kuburan kuno juga ditemukan para arkeolog di dasar laut tersebut.


KOMPAS.com - Para arkeolog menemukan bangkai kapal zaman Mesir Kuno berusia 2.200 tahun di bawah Laut Mediterania. Tak hanya itu, mereka juga menemukan kuburan dari kota kuno yang tenggelam laut ini.

Dilansir dari Live Science, Rabu (28/7/2021), kapal Mesir Kuno ini tenggelam setelah dihantam balok raksasa dari kuil Amun yang terkenal.

Kapal ini disebut sebagai galai cepat, sejenis kapal dengan layar yang besar yang akan mampu mendorong kecepatan menjadi lebih tinggi oleh pendayung.

Kapal galai cepat yang baru ditemukan itu memiliki panjang 25 meter dengan lunas datar, fitur yang biasa ditemukan di antara kapal-kapal kuno yang mengarungi Sungai Nil.

"Kapal ini tenggelam setelah menghantam balok besar di kuil Amun, yang hancur total (selama) peristiwa bencana di abad kedua sebelum masehi," kata tim arkeolog yang dirilis oleh European Institute for Underwater Archaeology.

Baca juga: Kisah Tenggelamnya Kapal Van der Wijck, Titanic dari Indonesia

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Menurut Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir dalam sebuah pernyataan 19 Juli, peristiwa bencana besar yang menyebabkan kota kuno tenggelam di Laut Mediterania dan menenggelamkan kapal kuno itu kemungkinan adalah gempa bumi.

Galai itu sekarang terletak di bawah tanah liat dan puing-puing yang berjarak lebih dari 5 m dari kuil. Para peneliti menggunakan jenis sonar baru untuk menemukannya.

"Penemuan kapal cepat dari periode ini tetap sangat langka," kata Franck Goddio, presiden Institut Arkeologi Bawah Air Eropa, dalam pernyataan institut tersebut.

Sebab, kapal itu dibangun dengan teknik mortise-and-tenon, di mana potongan-potongan kayu dengan tonjolan yang disebut duri ditempatkan ke dalam potongan-potongan kayu dengan lubang yang disebut mortises dipotong ke dalamnya.

Hasilnya adalah sebuah kapal di zaman Mesir Kuno yang terbuat dari bagian-bagian kayu yang saling bertautan seperti puzzle. Tidak jelas kargo apa, jika ada, yang dibawa galai itu ketika tenggelam.

Baca juga: Kapal Karam Penuh Gading, Ungkap Perburuan Gajah di Abad ke-16

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.