Kompas.com - 28/07/2021, 17:03 WIB
Ilustrasi pemanasan global diprediksi dapat menyebabkan gelombang panas yang intensi di Asia Tenggara. SHUTTERSTOCK/nexus 7Ilustrasi pemanasan global diprediksi dapat menyebabkan gelombang panas yang intensi di Asia Tenggara.


KOMPAS.com - Ilmuwan memprediksi frekuensi dan intensitas peristiwa ekstrem, seperti gelombang panas akan bertambah di masa depan seiring meningkatnya suhu rata-rata global, atau pemanasan global.

Namun tak hanya itu saja, menurut The Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) Fifth Assessment Report (AR5) peningkatan suhu rata-rata itu diperkirakan lebih menonjol di daerah tropis dan subtropis daripada di lintang tengah.

Ini menyiratkan bahwa Asia Tenggara mungkin akan lebih terdampak akibat pemanasan global dibandingkan wilayah Asia lainnya.

Mengutip Phys, Rabu (28/7/2021) Dong Zizhen dan Prof. Wang Lin dari Institute of Atmospheric Physics (IAP) of the Chinese Academy of Sciences, China, melakukan studi mengenai gelombang panas di Asia Tenggara.

Penelitian yang berdasarkan pada hasil Community Earth System Model Large Ensemble itu kemudian memperkirakan dampak pemanasan global ini, maka gelombang panas akan lebih sering terjadi.

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: 5 Cara Menghemat Listrik, Bisa Bantu Kurangi Pemanasan Global

 

Bahkan, akibat dari pemanasan global ini durasi gelombang panas diperkirakan akan lebih lama, dan suhu ekstrem yang lebih tinggi di Asia Tenggara.

Ilmuwan menyebut jika perubahan karakteristik gelombang panas memiliki perbedaan regional yang berbeda dalam menanggapi pemanasan global antara Benua Maritim dan Semenanjung Indochina.

Sebab, hal ini dikarenakan oleh perbedaan kandungan panas dari batas atmosfer yang lebih rendah.

"Peristiwa gelombang panas yang ekstrem, seperti gelombang panas yang terjadi hanya sekali dalam 50 tahun dan jarang terjadi di iklim saat ini akan menjadi lebih sering di masa depan yang lebih hangat dan mungkin terjadi setahun sekali di Asia Tenggara," ungkap Wang Lin.

Studi tentang pemanasan global yang akan menyebabkan gelombang panas ini telah dipublikasikan di Earth's Future.

 

Baca juga: Perangi Pemanasan Global, Ilmuwan Ciptakan Cat Paling Putih di Dunia



Sumber PHYSORG
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.