Ahli Bantah Dexamethasone dan Azythromycin pada Covid-19 Sebabkan Asidosis Laktat akibat Interaksi Obat

Kompas.com - 27/07/2021, 16:03 WIB
Ilustrasi dexamethasone untuk pengobatan Covid-19. Disarankan hanya diberikan pada pasien Covid-19 dengan sakit parah untuk mengurangi peradangan seluruh tubuh akibat infeksi virus corona baru. SHUTTERSTOCK/JOSHIMERBINIlustrasi dexamethasone untuk pengobatan Covid-19. Disarankan hanya diberikan pada pasien Covid-19 dengan sakit parah untuk mengurangi peradangan seluruh tubuh akibat infeksi virus corona baru.

KOMPAS.com - Asidosis laktat akibat interaksi obat belakangan banyak diperbincangkan, karena dianggap sebagai salah satu penyebab kematian pasien Covid-19.

Dilansir dari Medical News Today, Senin (26/7/2021), asidosis laktat diartikan sebagai kondisi tubuh yang memproduksi asam laktat berlebihan, sementara tubuh tidak dapat melakukan metabolisme dengan cepat.

Hal yang sama disampaikan oleh Prof. Dr. apt. Retnosari Andrajati, Ms, bahwa asidosis laktat sebagai hasil dari metabolisme berupa asam laktat dan menyebabkan cairan tubuh, termasuk darah menjadi lebih asam.

Hal itu, ia sampaikan dalam talkshow Risiko Interaksi Obat pada Penderita Covid-19, yang diselenggarakan oleh Fakultas Farmasi, Universitas Indonesia.

Baca juga: Mengapa Ivermectin Belum Direkomendasikan WHO dan FDA untuk Obat Covid-19?

Asam laktat adalah zat yang diproduksi oleh semua sel dan bukan merupakan zat toksik. Perannya adalah sebagai perantara metabolik tubuh.

Jaringan dan organ tubuh memiliki jumlah asam laktat yang berbeda, tergantung pada hemodinamik dan metabolisme seseorang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Cairan tubuh yang pada awalnya bersifat netral, dengan menumpuknya asam laktat bisa menyebabkan disfungsi organ.

Salah satu penyebab asidosis asam laktat ini, umumnya berasal dari gangguan pada tubuh atau adanya interaksi biokimia, yang menyebabkan tubuh tidak optimal dalam menggunakan asam laktat.

Gejala yang bisa muncul ketika seseorang mengalami asidosis laktat adalah detak jantung yang cepat, pernapasan pendek, mata dan kulit menguning, rasa tidak nyaman di perut, kelelahan hingga nyeri otot.

Bukan karena interaksi obat

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. apt. Yahdiana Harahap, M.Si, mengatakan bahwa sejauh ini belum ada data yang menunjukkan, terjadinya asidosis laktat pada pasien Covid-19.

Salah satu interaksi obat yang dapat menghasilkan laktat adalah metformine, yang berinteraksi dengan zonisamide atau topiramate.

"Interaksi yang terjadi antara obat-obat tersebut pun masih bisa ditolerir dan tidak berisiko kematian," kata Prof. Yahdiana.

Baca juga: Obat Covid-19 Rekomendasi Kemenkes Ada Banyak, Apa Saja Fungsinya?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.