Kompas.com - 26/07/2021, 20:03 WIB
Ilustrasi virus corona, Covid-19. (Shutterstock) KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFALIlustrasi virus corona, Covid-19. (Shutterstock)

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 tak kunjung usai. Bahkan, di beberapa Negara, termasuk Indonesia, angka kasus positif Covid-19 masih terus melonjak.

Untuk menghadapi SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 ini, para dokter dan ilmuwan di seluruh dunia terus berjuang mencari pengobatan terbaik untuk penyembuhan pasien Covid-19

Meski demikian, pencarian pengobatan Covid-19 ini juga tak lepas dari kontroversi. Salah satunya penggunaan Ivermectin untuk Covid-19.

Baca juga: Ivermectin Obat Keras, Penggunaannya untuk Covid-19 Bisa Timbulkan Efek Samping Besar

Chief Medical Officer dari Frontline Covid-19 Critical Care (FLCCC) Alliance Dr. Pierre Kory meyakini, bahwa Ivermectin bermanfaat dalam pengobatan Covid-19 dengan efek samping langka dan minor.

Ia bahkan mengatakan, Ivermectin efektif bukan hanya untuk pengobatan Covid-19 di tahap awal dan membantu mencegah kematian akibat Covid-19 hingga 67%, melainkan juga untuk pencegahan.

“Ivermectin sebagai obat antiviral sebenarnya bukan hal yang baru. Banyak studi dan penelitian yang telah menunjukkan efikasi Ivermectin dalam mengatasi berbagai virus, seperti Zika, Influenza, Dengue, dan HIV,” paparnya dalam webinar World Ivermectin Day, Minggu (25/7/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia juga menekankan, berbagai Negara telah membuktikan manfaat Ivermectin pada pasien Covid-19, di mana menunjukkan turunnya angka rawat inap dan angka kematian akibat Covid-19.

Namun nyatanya hingga kini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan regulator obat Amerika Serikat (FDA) tidak menyarankan obat antiparasit atau obat cacing ini digunakan dalam pengobatan Covid-19.

Terkait hal ini, Pakar Farmakologi & Clinical Research Supporting Unit dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr Nafrialdi, PhD, SpPD, mengakui, bahwa sampai saat ini kontroversi Ivermectin masih terus berlanjut.

“Mengenai kemungkinan digunakan sebagai antiviral, terutama untuk Covid-19, tentu saja kita harus menunggu hasil uji klinis yang dilakukan dengan metodologi yang baik,” kata dr Nafrialdi saat dihubungi Kompas.com, Senin (26/7/2021).

Baca juga: Mengapa Ivermectin Belum Direkomendasikan WHO dan FDA untuk Obat Covid-19?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.