Kompas.com - 20/07/2021, 12:02 WIB
Seorang pengendara motor melintas di depan mural tentang pandemi COVID-19 di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (29/4/2021). Mural yang dibuat oleh warga setempat itu untuk memberikan dukungan atas perjuangan tim medis yang selama ini berada di garis terdepan dalam penanganan COVID-19 khususnya di Pontianak. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/wsj. ANTARA FOTO/JESSICA HELENA WUYSANGSeorang pengendara motor melintas di depan mural tentang pandemi COVID-19 di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (29/4/2021). Mural yang dibuat oleh warga setempat itu untuk memberikan dukungan atas perjuangan tim medis yang selama ini berada di garis terdepan dalam penanganan COVID-19 khususnya di Pontianak. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/wsj.

KOMPAS.com - Selama empat hari terakhir, kasus harian Covid-19 yang dilaporkan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengalami penurunan. Apa alasan penurunana kasus yang dilaporkan ini, apakah karena PPKM Darurat?

Jika kita melihat dalam data, jumlah penambahan kasus harian Covid-19 pada Kamis, 15 Juli 2021 adalah 56.757 kasus. Ini merupakan penambahan kasus terbanyak yang dilaporkan selama pandemi.

Kemudian pada Jumat, 16 Juli 2021, jumlah penambahan kasus harian ada 54.000 kasus.

Pada Sabtu, 17 Juli 2021, jumlah kasus harian yang diumumkan ada 51.952. Di hari Minggu, jumlah kasus harian yang dilaporkan 44.721 kasus.

Sedangkan kemarin, Senin (19/7/2021) jumlah kasus harian yang dilaporkan 34.257 kasus.

Apakah penurunan kasus harian dalam 4 hari terakhir merupakan kabar baik atau buah dari PPKM Darurat?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: 12 Hari PPKM Darurat, Alasan Kasus Covid-19 Masih Meroket dan RS Kolaps

Epidemiolog dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Windhu Purnomo mengatakan bahwa kita jangan sampai terlena dengan grafik yang seakan menurun.

Dia menyampaikan, melihat data harus secara keseluruhan. Artinya, bukan hanya jumlah kasus yang menurun saja yang dilihat.

"Kita tidak bisa hanya melihat kasus absolut (yang dilaporkan). Karena kasus absolut sangat tergantung pada jumlah testing," ungkap Windhu kepada Kompas.com, Senin (19/7/2021).

"Kita lihat aja, jumlah testingnya kan menurun itu," imbuh dia.

Windhu menggarisbawahi, artinya kita harus melihat data secara keseluruhan.

Tidak bisa hanya melihat jumlah kasus yang dilaporkan tanpa melihat berapa banyak jumlah testing yang telah dilakukan.

"Dan yang terbaik adalah melihat positivity rate. Ini didapat dari (perhitungan) kasus dibagi jumlah testing," ungkapnya.

Untuk saat ini, kata Windhu, angka positivity rate di Indonesia selalu naik setiap harinya.

Menurut data yang dimilikinya, angka positivity rate Indonesia pada Minggu 18 Juli 2021 adalah 30,55 persen. Artinya dari 100 orang yang dites, ada 30-31 orang yang positif Covid-19.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X