Kompas.com - 14/07/2021, 10:01 WIB
Ilustrasi Covid-19 pada anak, anak positif Covid-19 melakukan isolasi mandiri di rumah. SHUTTERSTOCK/GargoniaIlustrasi Covid-19 pada anak, anak positif Covid-19 melakukan isolasi mandiri di rumah.


KOMPAS.com - Anak-anak menjadi kelompok yang rentan pula terpapar Covid-19. Saat anak terkonfirmasi positif Covid-19, maka ada beberapa hal yang perlu diketahui orang tua yang mendampingi isolasi mandiri.

Data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sendiri membeberkan, kasus anak positif Covid-19 yang ditemukan di Indonesia terhitung besar.

Hingga Juni lalu, data menunjukkan ada sebanyak 12,5 persen anak-anak di Indonesia yang positif Covid-19.

Kasus Covid-19 pada anak tersebut terjadi pada anak-anak dengan rentang usia 0-18 tahun. Tingkat kematian anak karena Covid-19 pun tak main-main, mencapai 3-5 persen dan separuhnya adalah balita.

Dengan kerawanan itu penting bagi orang tua untuk menjaga buah hatinya supaya tak tertular. Apalagi saat ini, untuk mendapatkan layanan kesehatan di rumah sakit pun sangat terbatas.

Namun jika dalam perjalanan waktu, anak ternyata mengalami gejala Covid-19 seperti demam, batuk, pilek, hilang penciuman, jangan terburu-buru untuk membawanya ke rumah sakit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Berapa Lama Isolasi Mandiri Pasien Covid-19, Ini Jawaban Ahli

 

Sebab, menurut Dokter spesialis kesehatan anak dari FKUI-RSCM, dr. Nina Dwi Putri, Sp. A (K), anak positif Covid-19 tetap bisa menjalankan isolasi mandiri di rumah dengan orang tua yang mendamping, namun dengan beberapa catatan.

"Jika anak masih tetap aktif, bisa makan dan minum, tak ada gangguan seperti penurunan oksigen saat beraktivitas, anak bisa melakukan isoman (isolasi mandiri) sebab sebagian besar anak hanya memerlukan isolasi mandiri," ungkap dr. Nina dalam webinar edukasi Covid-19 yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan RI, Selasa (13/7/2021).

Untuk itu, ada beberapa hal yang harus diketahui oleh orang tua saat mendampingi anak isolasi mandiri di rumah.

1. Tentukan siapa yang merawat anak

Jika anak terkena Covid-19, lebih baik dari awal tentukan siapa yang akan merawat dan mendampingi selama isolasi mandiri dilakukan. Kalau bisa cukup salah satu orang tua saja dan pilih yang memiliki risiko rendah terhadap Covid-19 atau tidak memiliki komorbid atau penyakit penyerta.

Baca juga: Syarat Pasien Covid-19 Boleh Isolasi Mandiri dan Tak Perlu Rawat Inap

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.