Kompas.com - 14/07/2021, 09:04 WIB


KOMPAS.com - Para ilmuwan menganalisis data pencitraan satelit milik Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA) dan menemukan ada danau baru yang tersembunyi di bawah lapisan es Antartika.

Antartika selama ini dikenal sebagai daratan putih yang tertutup es di selatan kutub Bumi. Namun, siapa sangka dibalik landskap putih Antartika itu tersembunyi danau air yang mencair.

Saat menganalisis data dari satelit ICESat NASA, dilansir dari Science Alert, Selasa (13/7/2021) para ilmuwan mengungkapkan adanya variasi ketinggian es di Antartika Barat yang mencerminkan massa besar pergerakan air subglasial di bawah lapisan es.

Sebelum penemuan itu, telah diperkirakan bahwa danau es yang mencair itu berada sangat tersembunyi di dasar lapisan es Antartika. Di mana menjadi tempa es bertemu dengan batuan dasar benua di bawahnya.

Baca juga: Danau Berukuran Masif di Antartika Mendadak Menghilang

 

Namun, pada tahun 2007, para peneliti menemukan adanya fluktuasi ketinggian permukaan es Antartika, yang menandakan adanya pergerakan air yang mengalir di antara jaringan danau subglasial yang tersembunyi di bawahnya.

Aliran ini secara bergantian mengisi dan mengalirkan air sebelum airnya mengalir ke Samudra Selatan.

Data satelit ICESat-2 yang menunjukkan danau-danau baru yang tersembunyi di bawah es Antartika ini kembali dianalisis. Untuk diketahui, satelit tersebut kali pertama diluncurkan pada tahun 2018.

Danau baru tersembunyi di bawah es Antartika. Ada dua danau baru yang ditemukan, berdasarkan analisis pencitraan satelit NASA dan ESA.Siegfried et al./NASA Goddard/YouTube via SCIENCE ALERT Danau baru tersembunyi di bawah es Antartika. Ada dua danau baru yang ditemukan, berdasarkan analisis pencitraan satelit NASA dan ESA.

Baca juga: Misteri Danau Tengkorak di India, Tempat Ratusan Kerangka Manusia

Melalui misi tersebut, diharapkan dapat memberikan para ilmuwan pandangan lebih tajam tentang jaringan danau yang misterius yang tersembunyi di bawah lapisan es Antartika.

Bahkan, dalam misi tersebut, para ilmuwan juga akan mengungkap dua danau lainnya yang belum pernah ditemukan sebelumnya.

"Penemuan sistem danau yang saling berhubungan ini di antarmuka lapisan es yang menggerakkan air, dengan semua dampak pada glasiologi, mikrobiologi, dan oseanografi itu, merupakan penemuan besar dari misi ICESat," kata ahli glasiologi Matthew Siegfried dari Colorado School of Mines, Amerika Serikat.

Dalam sebuah studi baru yang menunjukkan danau baru tersembunyi di bawah es Antartika, Siegfried dan timnya mengumpulkan data altimetri dari ICESat-2 NASA dan misi ICESat, bersama dengan pengukuran yang diambil dari CryoSat-2, satelit pengamat es yang dioperasikan oleh European Space Agency (ESA).

Baca juga: Astronom Temukan Danau Terbesar di Salah Satu Satelit Saturnus

Samudra Selatan di perairan bagian selatan Antartika. Samudra Selatan (Southern Ocean) resmi menjadi samudra kelima di planet Bumi.Tarpan/SHUTTERSTOCK Samudra Selatan di perairan bagian selatan Antartika. Samudra Selatan (Southern Ocean) resmi menjadi samudra kelima di planet Bumi.

Dengan menggabungkan kumpulan data dari dua satelit tersebut, dalam periode 2003 hingga 2020, para peneliti dapat memantau danau subglasial aktif yang tersembunyi di bawah es Antartika pada rentang waktu yang lebih pendek dari siklus berulang satelit ICESat-2.

Para peneliti mengatakan deformasi permukaan karena pengisian dan pengeringan danau subglasial aktif memberikan salah satu dari sedikit jendela yang dapat diakses dari jarak jauh ke dalam evolusi sistem air basal.

Sistem ini sebaliknya tersembunyi di bawah es hingga 4 km dan tetap menjadi salah satu fisik utama ketidakpastian pada proyeksi dinamika lapisan es di masa depan.

"Altimetri laser ICESat-2 tidak hanya dapat memperpanjang catatan aktivitas danau subglasial tetapi juga memberikan pemahaman yang lebih baik tentang proses hidrologi dengan menangkap detail spasial yang lebih padat dan lebih presisi," kata peneliti.

Baca juga: Danau Toba dan Legenda Letusan Dahsyat yang Mengubah Dunia

 

Dua danau baru di bawah es Antartika

Selain memberi kita pandangan yang lebih rinci tentang aktivitas dan garis besar danau subglasial yang diketahui di Antartika, analisis data juga menemukan dua anomali yang tampaknya merupakan danau tersembunyi, yang sebelumnya tidak terdeteksi.

Danau yang berpotensi aktif ini, disebut Danau Subglasial Bawah Conway (LSLC) dan Danau Subglasial Bawah Mercer (LSLM).

Kedua danau ini terletak di dekat danau yang ditemukan sebelumnya, dan mungkin terlewatkan oleh misi ICESat asli, termasuk dalam celah sempit antara pengamatannya.

Baca juga: Petunjuk Kehidupan Purba di Mars, Mineral Danau di Turki Mirip di Kawah Jezero

Danau di Antartika yang menghilang secara tiba-tiba
iflscience Danau di Antartika yang menghilang secara tiba-tiba

Di wilayah yang berada di bawah aliran es Mercer dan Whillans di Antartika Barat, sistem danau, yang didominasi oleh dua danau subglasial besar yang aktif.

Kedua danau tersebut, Danau Subglasial Conway dan Danau Subglasial Mercer, tampaknya berada di tengah-tengah peristiwa drainase ketiga sejak pengamatan ICESat NASA dimulai pada tahun 2003.

Ahli glasiologi Helen Fricker dari Scripps Institution of Oceanography, peneliti yang juga terlibat dalam studi ini, merinci peristiwa drainase danau yang dramatis di Antartika Timur.

Ia mencatat permukaan danau di atas lapisan es mengambang menghilang dalam hitungan hari.

Baca juga: Danau Penuh Bahan Beracun, Penyebab Kehancuran Peradaban Kuno Maya

 

Fricker menjelaskan bahwa jauh di bawah lapisan es di Antartika Barat, air yang mengalir dari danau subglasial diperkirakan akhirnya mengalir ke laut, meskipun rute aliran tersembunyi dan jauh lebih sulit untuk divisualisasikan.

"Ini adalah proses yang terjadi di bawah Antartika yang tidak akan kita ketahui jika kita tidak memiliki data satelit," kata Fricker.

"Kami telah berupaya untuk mendapatkan prediksi yang baik tentang masa depan Antartika, dan instrumen seperti (satelit) ICESat-2 yang membantu kami mengamati pada skala proses (danau di bawah Antartika)," imbuh Fricker.

Temuan danau subglasial yang tersembunyi di bawah lapisan es Antartika ini telah dipublikasikan dalam jurnal Geophysical Research Letters.

Baca juga: Danau Kawah Berusia 50.000 Tahun Berubah Pink dalam Semalam, Ada Apa?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.