Kompas.com - 11/07/2021, 07:00 WIB

KOMPAS.com - Masa pandemi Covid-19 memaksa kita mengubah cara bekerja, pola pikir, serta gaya hidup. Sebagian besar orang diliputi rasa kecemasan yang tinggi dalam menghadapi pandemi ini.

Kecemasan yang terjadi dipicu oleh ketakutan akan tertular covid, ketakutan kehilangan orang yang disayang, juga perasaan terisolasi dari dunia sekitar, karena keterbatasan jika ingin keluar rumah.

Meditasi di masa pandemi menjadi salah satu perawatan yang murah namun memiliki potensi yang tinggi untuk mengobati kecemasan.

Melakukan meditasi terbukti bisa menurunkan inflamasi di dalam tubuh, serta meningkatkan imun. Bahkan meditasi bisa menurunkan sitokin yang biasanya tinggi kadarnya pada pasien Covid-19 dengan gejala parah.

Baca juga: Hati-hati Stres, Berikut 6 Cara agar Tetap Bahagia di Masa Pandemi

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa bermeditasi selama 13 menit per sesi cukup untuk mendapatkan manfaat meditasi. Namun, penelitian lainnya menunjukkan bahwa yang terpenting adalah melakukannya dengan rutin.

Bermeditasi selama 13 menit beberapa kali sebulan tidak akan mencapai hasil sebaik bermeditasi selama 5 menit setiap hari. Berikut adalah tahap meditasi di masa pandemi.

Olahraga

Sebelum Anda memulai meditasi, cobalah melakukan olahraga. Jika Anda merasa lelah atau lemas, Anda bisa berjalan kaki, peregangan, dan melakukan yoga. Berolahraga akan membantu Anda untuk bangun dan merasakan tubuh Anda.

Pilih tempat yang sunyi

Jika Anda tidak punya tempat yang sunyi di rumah, setidaknya pilihlah tempat yang bisa minim gangguan dari luar. Contohnya, Anda bisa memilih untuk melakukan meditasi di kamar Anda.

Pilih waktu yang tepat

Waktu yang paling ideal untuk meditasi adalah pagi hari setelah Anda bangun tidur. Namun, waktu yang paling tepat adalah waktu yang paling nyaman untuk Anda.

Duduk dan menutup mata

Setelah menemukan waktu dan tempat yang tepat, selanjutnya adalah duduk dengan nyaman. Pastikan tulang belakang Anda dalam posisi yang tegak namun otot Anda dalam keadaan rileks. Setelah itu pejamkan mata Anda.

Bernapas

Tarik napas panjang. Sambil menarik napas, fokus untuk merasakan bagaimana tubuh Anda ketika bernapas. Anda bisa mulai dari kepala Anda, kemudian semakin turun ke bagian tubuh yang lain hingga sampai ke ujung kaki.

Baca juga: 7 Cara Meningkatkan Hormon Dopamin agar Tetap Bahagia

Fokus terhadap napas Anda. Tidak ada cara yang benar atau salah, Anda bisa bernapas melalui mulut ataupun hidung. Anda juga bisa bernapas lewat perut, dada, atau kombinasi keduanya.

Berusaha untuk hadir

Ketika seseorang merasa cemas, seseorang sering merasa tidak bisa fokus dan memikirkan hal lain ketika melakukan sesuatu. Berusahalah untuk hadir dan fokus di tempat meditasi. Fokuslah dengan apa yang sedang Anda lakukan.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.