Kompas.com - 10/07/2021, 19:02 WIB


KOMPAS.com - Indonesia akan melakukan uji klinik tahap 2b/3 untuk yang dikembangkan atas kerjasama antara PT Kalbe Farma Tbk dengan perusahaan Genexine Inc. Ada beberapa fakta tentang vaksin Covid-19 asal Korea Selatan ini.

Ketua Tim Peneliti Uji Klinik Vaksin Covid-19 GX-19N, Prof Dr dr Iris Rengganis Sp.PD-KAI mengatakan, penelitian fase 2b/3 ini akan dilakukan secara acak dan telah mendapatkan persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta Kementerian Kesehatan.

Iris menjelaskan, uji klinik dilakukan dengan pembanding plasebo untuk menilai efikasi vaksin, keamanan dan imunogenisitas vaksin GX-19N.

Vaksin GX-19N adalah sebuah vaksin Deoxyribonucleid Acid (DNA), sebagai pencegahan infeksi dari Coronavirus Disease-2019 (Covid-19) melalui penyuntikan intramuskuler dengan alat elektroporator.

"Uji klinik vaksin GX-19N ini bertujuan untuk melihat efikasi, keamanan, dan kemampuan vaksin untuk mencetuskan kekebalan tubuh terhadap infeksi Covid-19," kata Iris  dalam konferensi pers bertajuk Dapatkan Persetujuan Badan POM, Kalbe Lakukan Uji Klinik Vaksin GX-19N, Jumat (9/7/2021).

Baca juga: Direstui BPOM, Kalbe Farma Segera Mulai Uji Klinis Vaksin GX-19N

 

Prof Iris mengatakan, vaksin Covid-19 GX-19N ini berbeda dibandingkan dengan vaksin Covid-19 lainnya. Berikut 6 fakta vaksin GX-19N kerjasama Kalbe Farma dan perusahaan vaksin asal Korea Selatan yang akan diuji klinik di Indonesia.

1. Vaksin Covid-19 berbasis DNA

Vaksin GX-19N berbasis DNA mengkode lebih banyak antigen virus, sehingga berpotensi menghasilkan antibodi (humoral) dan merangsang imunitas seluler (sel T) yang tinggi.

Dengan begitu, vaksin asal Korea Selatan ini diharapkan akan dapat memberikan pelrindungan yang lebih baik terhadap infeksi Covid-19.

2. Tidak mengandung adjuvant

Kabar baik yang kedua adalah vaksin GX-19N ini tidak mengandung adjuvant atau zat tambahan dalam vaksin.

"Karena vaksin ini tidak mengandung adjuvant, kita harapkan dapat diberikan kepada masyarakat yang memiliki sistem imun yang lemah (autoimun)," jelasnya.

Sementara, dengan tidak adanya kandungan adjuvant dalam vaksin Covid-19 asal Korea Selatan ini, maka ditargetkan tidak mempengaruhi calon penerima vaksin GX-19N dengan penyakit komorbid lainnya.

Baca juga: IDAI Setujui Vaksin CoronaVac untuk Anak, Begini Hasil Keamanan Uji Klinis Fase 1 dan 2

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.