Kompas.com - 09/07/2021, 14:05 WIB
Kristal sabu atau metamfetamin ShutterstockKristal sabu atau metamfetamin

KOMPAS.comSabu adalah obat stimulan yang sangat kuat bagi sistem saraf pusat. Nama lain obat ini adalah metamfetamin. Artikel ini akan membahas bagaimana efek sabu pada tubuh dan bagaimana obat ini menimbulkan kecanduan.

Metamfetamin adalah obat yang digunakan untuk mengobati gangguan hiperaktif atau attention deficit hiperactivity disorder (ADHD) dan narkolepsi. Narkolepsi adalah gangguan sistem saraf yang membuat orang tertidur secara berlebihan dan tiba-tiba.

Bentuk sabu yang sering disalahgunakan oleh pecandu adalah dalam bentuk serbuk putih. Serbuk putih ini merupakan bentuk halus dari kristal meth. Serbuk ini tidak berbau, pahit, dan mudah larut dalam air.

Baca juga: Membandingkan Ganja dan Sabu yang Menjerat Para Artis

Efek sabu

Sabu bekerja khusus pada sistem saraf pusat. Obat ini bekerja meningkatkan dopamin di otak. Dopamin adalah salah satu hormon yang terlibat dalam pergerakan tubuh, rasa bahagia, kemampuan mengingat dan belajar.

Sabu membuat dopamin pada otak meningkat tajam melebihi kadar dopamin yang secara natural diproduksi di otak. Ini akan membuat seseorang merasa bahagia dan ketagihan ingin menggunakannya terus menerus. Bahkan, jika sudah sering menggunakannya, pengguna sabu akan menginginkan dosis sabu yang lebih tinggi.

Efek jangka pendek yang muncul pada tubuh setelah mengonsumsi sabu adalah sebagai berikut:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  • Meningkatkan aktivitas fisik
  • Menurunkan nafsu makan
  • Nafas menjadi cepat
  • Detak jantuk menjadi cepat dan tidak beraturan
  • Meningkatkan tekanan darah dan suhu tubuh

Baca juga: 2 Komika Ditangkap karena Sabu, Bagaimana Obat Ini Bikin Percaya Diri?

Efek jangka panjang penggunaan sabu

Orang yang mengonsumsi sabu dalam jangka panjang akan mengalami beberapa efek pada tubuhnya. Metamfetamin membuat seseorang akan sulit mengambil keputusan sehingga memicu pengambilan keputusan yang tidak tepat.

Perilaku ini akan mengarahkan orang tersebut kepada hal-hal yang berisiko, seperti seks bebas atau perilaku yang tidak menyenangkan. Selain itu pengguna sabu mudah terpapar infeksi HIV dan hepatitis B dan C.

Efek jangka panjang sabu yang ditimbulkan pada tubuh antara lain:

  • Kecanduan
  • Kehilangan berat badan
  • Gigi rusak (meth mouth)
  • Gatal di seluruh tubuh
  • Kecemasan
  • Perubahan pada fungsi dan struktur otak
  • Perilaku kekerasan
  • Halusinasi

Baca juga: Yang Terjadi pada Otak jika Konsumsi Sabu

Rehabilitasi pengguna sabu

Efek utama yang terjadi pada pengguna sabu jangka panjang adalah perubahan fungsi dan struktur otak. Perubahan pada otak ini mungkin akan sembuh setelah beberapa tahun. Namun beberapa studi menunjukkan bahwa terdapat kemungkinan fungsi otaknya tidak kembali.

Pengguna metamfetamin juga memiliki risiko tinggi terkena penyakit Parkinson. Penyakit Parkinson adalah penyakit yang menyerang sistem saraf pusat dan mempengaruhi gerakan motorik seseorang.

Saat ini belum ada obat khusus untuk menangani efek sabu. Namun, perawatan dengan terapi perilaku atau behavioural therapy. Pasien akan dibantu untuk mengenali, menghindari, dan mengatasi kondisi yang memicu penggunaan obat.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.