Kompas.com - 09/07/2021, 07:00 WIB
  MENUMPUK—Delapan pasien covid-19 terpaksa dirawat di luar tenda darurat di RSUD dr.Hardjono Ponorogo. Di rumah sakit milik Pemkab Ponorogo itu terjadi penumpukan 28 pasien covid-19 yang mengantri di tenda dan luar tenda untuk mendapatkan perawatan di ruang isolasi di rumah sakit tersebut. KOMPAS.COM/Dokumentasi BPBD Ponorogo MENUMPUK—Delapan pasien covid-19 terpaksa dirawat di luar tenda darurat di RSUD dr.Hardjono Ponorogo. Di rumah sakit milik Pemkab Ponorogo itu terjadi penumpukan 28 pasien covid-19 yang mengantri di tenda dan luar tenda untuk mendapatkan perawatan di ruang isolasi di rumah sakit tersebut.

KOMPAS.com - Penyebab dinginnya pulau Jawa di malam hari menjadi salah satu berita populer Sains Kompas.com edisi Kamis, 8 Juli 2021.

Soal Covid-19 menjadi topik menarik yang layak disimak lainnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, WHO merekomendasikan dua obat untuk Covid-19 yang disebut bisa mengurangi risiko kematian hingga mendapat perawatan ventilator. Salah satunya, obat itu adalah actemra.

Ilmuwan pun kini akhirnya memahami kenapa pria lebih mungkin terinfeksi gejala Covid-19 parah.

Hal menarik lainnya adalah tentang letusan dahsyat gunung Toba 74.000 tahun lalu yang disebut sangat berdampak pada iklim. Pertanyaan apakah fenomena ini memengaruhi evolusi manusia akhirnya terjawab.

Baca juga: [POPULER SAINS] 2 Obat Covid-19 yang Direkomendasikan WHO | Obat Cacing Ivermectin Bisakah untuk Covid-19?

Berikut rangkumannya:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Penyebab Jawa dingin di malam hari bukan Aphelion

Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Herizal menjelaskan, posisi Matahari memang berada pada titik jarak terjauh dari Bumi (Aphelion) pada 6 Juli 2021 lalu.

Akan tetapi ia menegaskan, kondisi tersebut tidak berpengaruh banyak pada fenomena atmosfer permukaan.

Aphelion sendiri merupakan fenomena astronomis yang terjadi setahun sekali pada kisaran bulan Juli.

“Sementara itu pada waktu yang sama, secara umum wilayah Indonesia berada pada periode musim kemarau. Hal ini menyebabkan seolah aphelion memiliki dampak yang ekstrem terhadap penurunan suhu di Indonesia,” kata dia.

Fenomena ini merupakan hal yang biasa terjadi setiap tahun, bahkan hal ini pula yang nanti dapat menyebabkan beberapa tempat seperti di Dieng dan dataran tinggi atau wilayah pegunungan lainnya berpotensi terjadi embun es (embun upas) yang dikira salju oleh sebagian orang.

Penyebab suhu dingin di Jawa baca di sini:

Bukan Aphelion, Ini Penyebab Malam Terasa Lebih Dingin di Pulau Jawa

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.