Kompas.com - 06/07/2021, 19:45 WIB
Masker dobel yang disarankan adalah masker medis untuk digunakan di dalam dan masker kain di bagian luar. SHUTTERSTOCK/YAMASAN0708Masker dobel yang disarankan adalah masker medis untuk digunakan di dalam dan masker kain di bagian luar.

KOMPAS.com - Ahli mengingatkan, salah memakai masker justru bisa meningkatkan risiko Anda terpapar Covid-19.

Dalam upaya menekan risiko transmisi infeksi varian baru Covid-19 yang disebut progesif menular lebih cepat, memperparah kondisi, hingga berpeluang re-infeksi, masyarakat diminta jangan asal memakai masker sembarangan.

Hal ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Patologi Klinik Primaya Hospital Bhakti Wara, dr Nafiandi SpPK  dalam keterangan tertulisnya yang diterima Kompas.com, Sabtu (3/7/2021).

“Seseorang sangat riskan terpapar Covid-19, jika jenis masker yang digunakan salah, cara memakai dan membuka masker salah, sering memegang masker waktu dipakai terutama bagian depan, serta tidak menjaga jarak, karena tetap berisiko terinfeksi walaupun sudah memakai masker,” kata Nafriandi.

Baca juga: Masker Dobel Itu Bukan Pakai 2 Masker Bedah, Begini Cara Pakainya

Lantas, bagaimana menggunakan masker yang benar?

Seperti diketahui, penularan Covid-19 ini melalui 3 jalur yaitu inhalasi (terhirup), deposisi (terpercik), dan kontak langsung (sentuhan) terhadap virus yang terkandung di droplet, partikel aerosol (airborne), ataupun permukaan benda-benda yang terkontaminasi dari cairan respirasi orang yang terinfeksi positif Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Oleh karena itu, sejauh ini, penggunaan masker menjadi salah satu protokol kesehatan wajib yang harus dipatuhi semua orang untuk meminimalisir potensi risiko penularan penyakit Covid-19.

Nafriandi mengatakan, setiap orang masih ada kemungkinan tertular Covid-19 walaupun menggunakan masker, karena kemampuan masker tidak 100 persen memfiltrasi partikel.

Begitupun dengan penggunaan face shield atau kaca mata, juga masih memiliki celah atau rongga untuk virus masuk ke area mata, hidung atau mulut Anda.

Namun, tingkat risiko terpapar akan jauh lebih tinggi lagi, pada orang-orang yang tidak menggunakan masker atau alat pelindung mulut dan hidung sama sekali. 

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) tidak merekomendasikan penggunaan face shield maupun goggles sebagai pengganti masker.

Face shield  dirancang untuk melindungi mata dari percikan cairan biologis (partikel dari sekresi respirasi), agen kimia, serta debu. 

"Perlu ditekankan bahwa face shield memiliki gap yang lebar, sehingga tidak mampu memproteksi dari transmisi droplet maupun aerosol, sama halnya dengan goggles hanya diperuntukan untuk melindungi area mata buat pemakainya, namun tidak efektif memproteksi area mulut dan hidung dari droplet,” jelasnya.

Baca juga: 5 Kesalahan Memakai Masker yang Harus Dihindari

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.