Kompas.com - 03/07/2021, 11:03 WIB
Ilustrasi suntikan vaksin Covid-19, vaksinasi Covid-19, efek samping vaksin. Bekas suntikan vaksin pada sejumlah penerima vaksin mRNA (Pfizer dan Moderna) di Amerika Serikat tunjukkan reaksi kulit. SHUTTERSTOCK/Africa StudioIlustrasi suntikan vaksin Covid-19, vaksinasi Covid-19, efek samping vaksin. Bekas suntikan vaksin pada sejumlah penerima vaksin mRNA (Pfizer dan Moderna) di Amerika Serikat tunjukkan reaksi kulit.


KOMPAS.com - Vaksin Moderna telah mendapat izin penggunaan darurat dan segera digunakan dalam program vaksinasi Covid-19 di Indonesia. Namun, apa saja efek samping vaksin Moderna yang selama ini dilaporkan?

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah memberi lampu hijau penggunaan darurat vaksin Covid-19 berbasis mRNA ini.

Kepala BPOM Penny Lukito telah mengumumkan penerbitan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) vaksin Covid-19 Moderna pada Jumat (2/7/2021).

Dalam konferensi pers virtual, Penny mengungkapkan data hasil uji klinis fase 3 menunjukkan efikasi vaksin Moderna mencapai 94,1 persen pada kelompok usia 18-65 tahun, dan 86,4 persen pada kelompok usia di atas 65 persen.

Vaksin Moderna adalah vaksin Covid-19 yang dikembangkan Moderna Inc, Amerika Serikat, dan menggunakan teknologi pengembangan vaksin terbaru, yakni berbasis messenger RNA atau mRNA. Teknologi vaksin yang sama dengan yang digunakan Pfizer dan BioNTech.

Vaksin Covid-19 ini telah digunakan di Amerika Serikat dan sejumlah negara lain di Eropa dan Asia.

Baca juga: Efek Samping Vaksin Sinopharm yang akan Dipakai dalam Vaksinasi Gotong Royong

 

 

Lantas, apa saja efek samping vaksin Moderna yang dilaporkan selama ini?

Sama seperti kebanyakan vaksin lainnya, vaksin Covid-19 Moderna diberikan dalam dua suntikan atau dua dosis, dengan jeda 28 hari atau empat minggu.

Berdasarkan lembar fakta badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat (FDA), efek samping vaksin Covid-19 berbasis mRNA ini pada dasarnya sangat umum.

Beberapa efek samping vaksin Moderna dalam data uji klinis fase 3, seperti dilansir dari Medical News Today, antara lain sebagai berikut.

  1. Kelelahan (70 persen)
  2. Sakit kepala (64,7 persen)
  3. Nyeri otot (61,5 persen)
  4. Nyeri sendi (46,4 persen)
  5. Kedinginan (45,4 persen)
  6. Mual dan muntah (23 persen)
  7. Demam (15,5 persen)

Sementara itu, dalam uji klinis menemukan bahwa efek samping vaksin Moderna lebih sering dilaporkan setelah vaksinasi Covid-19 dosis kedua dan berlangsung sekitar 2-3 hari.

Baca juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 Bisa Muncul jika Pernah Terinfeksi Virus Corona

Vaksin Moderna telah mendapat izin BPOM untuk digunakan di Indonesia dalam program vaksinasi pemerintah. Efikasi vaksin Moderna ini capai 4,1 persen.SHUTTERSTOCK/oasisamuel Vaksin Moderna telah mendapat izin BPOM untuk digunakan di Indonesia dalam program vaksinasi pemerintah. Efikasi vaksin Moderna ini capai 4,1 persen.

Selain efek samping setelah vaksinasi, penerima vaksin Moderna juga melaporkan reaksi tempat suntikan berikut:

  1. Nyeri (92 persen)
  2. Bengkak (14,7 persen)
  3. Pembengkakan kelenjar getah bening ketiak (19,8 persen)
  4. Kemerahan (10 persen)

Selain efek samping vaksin Covid-19 Moderna yang dilaporkan tersebut, sejumlah orang juga melaporkan reaksi lain seperti mengalami ruam merah, gatal, bengkak atau nyeri di tempat suntikan.

Reaksi lain yang dilaporkan yakni Covid Arm atau Lengan Covid, adalah reaksi atau efek samping vaksin Moderna pada kulit dengan munculnya ruam merah selama beberapa hari setelah vaksinasi.

Baca juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 pada Ibu Hamil yang Mungkin Muncul

 

Pengembangan vaksin menggunakan teknologi mRNA ini menggunakan molekul genetik yang dibaca oleh mesin sel untuk membangun protein di dalam sel.

Seperti diberitakan Kompas.com, 20 November 2020 lalu, vaksin Moderna berisi materi genetik mRNA yang telah diinstruksikan untuk membangun protein spike virus corona, SARS-CoV-2 yakni virus penyebab Covid-19.

Vaksin mRNA-1273 ini akan menginduksi sel manusia untuk membuat protein tersebut dan sistem kekebalan selanjutnya akan membuat antibodi untuk menempel pada protein spike.

Stimulasi antibodi dari vaksin mRNA tersebut, bertugas untuk mencegah virus corona yang asli menginfeksi sel sehat pada tubuh di masa yang akan datang.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan vaksin Covid-19 Moderna nantinya akan digunakan dalam program vaksinasi pemerintah, seperti diberitakan Kompas.com, Jumat (2/7/2021).

Baca juga: Pemuda Jakarta Dikabarkan Meninggal Usai Disuntik, Ini Efek Samping Vaksin AstraZeneca

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.