Kompas.com - 03/07/2021, 10:02 WIB
Ilustrasi kumbang kotoran sedang berebut tahi Wikimedia Commons/Rafael BrixIlustrasi kumbang kotoran sedang berebut tahi


KOMPAS.com - Ada banyak cara untuk mempelajari kehidupan serangga di masa lalu, salah satunya melalui fosil. Baru-baru ini sebuah studi mengungkap sebuah fosil kumbang yang ditemukan pada kotoran dinosaurus.

Umumnya, fosil serangga dari zaman dinosaurus akan terjebak dalam damar. Namun berbeda dengan fosil kumbang purba satu ini yang di tempat yang tak biasa, yakni kotoran dinosaurus.

Mengutip Science Alert, (2/7/2021) jauh di akhir masa Triassic, di tempat yang sekarang disebut Polandia, dinosaurus bermoncong panjang memakan banyak ganggang hijau dan kemudian buang air besar.

 

Baca juga: Teka-teki Kumbang Bercahaya, Fosil 99 Juta Tahun Ini Beri Petunjuknya

 

Siapa sangka 230 juta tahun kemudian peneliti menemukan, di dalam kotoran dinosaurus terdapat fosil kumbang yang dapat membantu mengungkapkan kehidupan serangga ini di masa lalu.

Temuan ini pun menjadikannya sebagai fosil pertama yang ditemukan dalam kotoran dinosaurus.

Fosil kumbang pun masih terawetkan dengan baik dalam kotoran dinosauru. Kaki dan antena masih utuh, sehingga peneliti mampu merekonstruksi bentuk tiga dimensi mereka dengan tepat. Spesies serangga tersebut kemudian dinamai dengan Triamyxa coprolithica.

Rekonstruksi 3 Dimensi dari Triamyxa coprolithica, fosil kumbang purba yang ditemukan di dalam kotoran dinosaurus.  
Qvarnström et al via SCIENCE ALERT Rekonstruksi 3 Dimensi dari Triamyxa coprolithica, fosil kumbang purba yang ditemukan di dalam kotoran dinosaurus.

"Saya benar-benar kagum melihat betapa terawetkannya kumbang itu, ketika memodelkannya dan melihat di layar, seakan-akan serangga itu hidup dan menatap saya," kata Martin Qvarnstrom, ahli paleontologi, dari Universitas Uppsala di Swedia.

Periode Trias atau Triassic, dianggap sebagai periode penting untuk evolusi serangga, terutama bagi kumbang, yang merupakan ordo organisme paling beragam di Bumi saat ini.

Lebih lanjut, setelah analisis yang cermat, para peneliti menempatkan spesies kumbang baru dalam familinya sendiri, Triamyxidae.

Mengingat kemiripan tertentu, mereka menduga bahwa kumbang purba yang terawetkan dalam kotoran dinosaurus tersebut adalah cabang yang punah dari sub-ordo kecil kumbang, yang dikenal sebagai Myxophaga, yang memiliki catatan fosil yang jarang.

Baca juga: Apa Rahasia Ironclad, Si Kumbang Super yang Tak Mati Terlindas Mobil

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.