Kompas.com - 01/07/2021, 17:02 WIB
Ilustrasi obesitas ShuterstockIlustrasi obesitas
Penulis Lulu Lukyani
|

KOMPAS.com – Obesitas atau kelebihan berat badan kerap dikaitkan dengan sejumlah penyakit kronis, seperti penyakit jantung hingga stroke.

Tidak semua orang yang berat badannya berlebih mengidap masalah kesehatan ini. Namun, risiko akan meningkat jika ada keluarga yang memiliki riwayat penyakit tersebut.

Agar tetap waspada dan lebih mengontrol berat badan, berikut adalah 7 penyakit yang disebabkan oleh obesitas, dilansir WebMD, 15 September 2020.

1. Penyakit jantung dan stroke

Obesitas cenderung membuat seseorang memiliki tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi. Keduanya merupakan faktor yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Untuk mengurangi kemungkinan terserang penyakit jantung dan stroke, menurunkan berat badan dapat menjadi salah satu solusinya.

Baca juga: Hati-hati, Makanan Ultra Proses Sebabkan Anak Obesitas Saat DewasaBaca juga: Mendikbud: Kesejahteraan Guru Honorer merupakan Salah Satu PR Kita...

2. Diabetes tipe 2

Banyak orang yang mengidap penyakit diabetes tipe 2 memiliki berat badan yang berlebih.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk mengurangi risikonya, upayakan untuk menurunkan berat badan, makan makanan yang sehat dan seimbang, istirahat yang cukup, dan rutin olahraga.

Bagi penderita diabetes tipe 2, menurunkan berat badan juga dapat membantu mengontrol kadar gula darah.

3. Kanker

Kanker usus besar, kanker payudara (setelah menopause), kanker endometrium, kanker ginjal, dan kanker kerongkongan terkait dengan obesitas.

Beberapa penelitian juga melaporkan hubungan antara obesitas dan kanker kandung empedu, ovarium, dan pankreas.

4. Penyakit kantung empedu

Penyakit kantung empedu dan batu empedu lebih sering terjadi jika seseorang mengalami kelebihan berat badan.

Baca juga: Sebelum Jadi Sumber Penyakit, Kenali 6 Tanda Obesitas

Namun, penurunan berat badan yang drastis juga lebih mungkin menyebabkan penyakit batu empedu.

5. Osteoartritis

Osteoartritis merupakan kondisi kesehatan yang paling sering mempengaruhi lutut, pinggul, atau punggung.

Membawa beban ekstra memberikan tekanan yang lebih pada sendi-sendi ini sehingga mengikis tulang rawan yang biasanya melindungi sendi.

Penurunan berat badan dapat mengurangi stres pada lutut, pinggul, dan punggung bawah sehingga risiko osteoartritis.

6. Asam urat

Asam urat merupakan masalah kesehatan yang juga menyerang persendian. Ini terjadi ketika terlalu banyak asam urat dalam darah.

Baca juga: Peneliti Sebut Obesitas Jadi Prediktor Kunci Kematian akibat Covid-19

Kelebihan asam urat akan membentuk kristal yang mengendap di persendian dan sering terjadi pada orang dengan obesitas.

Dalam jangka pendek, perubahan berat badan yang drastis dapat menyebabkan serangan asam urat. Jika memiliki riwayat asam urat, tanyakan kepada dokter mengenai cara terbaik untuk menurunkan berat badan.

7. Sleep apnea

Obesitas juga dapat menyebabkan kondisi pernapasan yang disebut sleep apnea. Sleep apnea mengakibatkan seseorang mendengkur berat dan berhenti bernapas sesaat ketika tidur.

Sleep apnea juga bisa ditandai dengan sering mengantuk di siang hari sehingga memicu risiko penyakit jantung dan stroke.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.