Kompas.com - 01/07/2021, 16:30 WIB
Ilustrasi cuci darah. SHUTTERSTOCK/Khajornkiat LimsagulIlustrasi cuci darah.

KOMPAS.com - Di tengah lonjakan kasus Covid-19 yang semakin mengkhawatirkan di Indonesia, Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) meminta agar rumah sakit maupun klinik tetap memberikan pelayanan cuci darah (hemodialisis) bagi pasien gagal ginjal kronis yang terinfeksi virus SARS-CoV-2.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum KPCDI, Tony Richard Samosir dalam keterangan tertulisnya, Kamis (1/7/2021).

Tony menjelaskan, imbauan dan permintaan untuk meningkatkan kembali pelayanan cuci darah bagi pasien gagal ginjal kronis ini bukan tanpa alasan.

Baca juga: 4 Kunci agar Pasien Gagal Ginjal Kronik Memiliki Hidup Berkualitas

Menurutnya, sudah banyak laporan bahwa pasien cuci darah ditolak oleh rumah sakit dan klinik, bahkan ada pula yang sampai meninggal dunia akibat keterlambatan penanganan cuci darah.

"Kami tekankan, jangan menolak atau mengkarantina pasien tanpa tindakan cuci darah. Karena tindakan cuci darah tidak bisa ditunda, apalagi dihentikan karena berpotensi mengancam kesehatan pasien," ujar Tony.

Penolakan pelayanan hemodialisis ini tidak hanya berlaku bagi pasien yang terkena penyakit gagal ginjal kronis sekaligus terinfeksi Covid-19, melainkan juga mereka yang menderita penyakit gagal ginjal kronis saja.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Panduan hemodialisis di tengah pandemi Covid-19

Orang dengan penyakit penyerta ginjal yang menjalani hemodialisis memang termasuk dalam kategori kelompok rentan berdasarkan Surat Edaran (SE) HK.0202/III/0305/2021 Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan.

Nah, selain mereka memang tergolong kelompok rentan, infeksi Covid-19 dengan gejala berat juga dapat menyebabkan gangguan gagal ginjal akut, hingga memerlukan hemodialisis.

Oleh karena itu, pasien Covid-19 yang memerlukan hemodialisis harus tetap mendapat layanan sesuai peraturan atau ketentuan yang berlaku.

Dengan kondisi seperti saat ini, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelayanan hemodialisis di tengah lonjakan kasus pandemi Covid-19.

1. Patuhi pedoman layanan hemodialiasis

Panduan layanan hemodialisis di tingkat internasional dan Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) menjadi pedoman bagi rumah sakit, untuk memberikan palayanan hemodialisis pada pasien Covid-19 tanpa merujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

2. Konfirmasi di tempat rujukan

Pada kondisi khusus di mana pasien memerlukan untuk dirujuk, agar pihak rumah sakit atau klinik melakukan komunikasi dan mengonfirmasikan ketersediaan tempat dan fasilitas yang diperlukan untuk layanan hemodialisis di tempat rujukan.

Baca juga: Waspada Penyakit Ginjal Kronik, Hindari Jangan Sampai Cuci Darah

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.