Kompas.com - 30/06/2021, 18:31 WIB
Petugas kesehatan memberikan dosis vaksin AstraZeneca COVID-19 kepada orang-orang di pusat perbelanjaan Paragon di Bangkok, Thailand, Senin, 7 Juni 2021. AP PHOTO/SAKCHAI LALITPetugas kesehatan memberikan dosis vaksin AstraZeneca COVID-19 kepada orang-orang di pusat perbelanjaan Paragon di Bangkok, Thailand, Senin, 7 Juni 2021.


KOMPAS.com - Berdasarkan studi baru, menunjukkan bahwa vaksin AstraZeneca dapat memberikan kekebalan setidaknya satu tahun setelah satu dosis.

Sementara, setelah dosis kedua vaksin Covid-19 tersebut disuntikan, maka respons imun yang kuat akan terbentuk.

Hal ini disampaikan dalam jurnal yang diterbitkan oleh University of Oxford di server pre-print The Lancet, berdasarkan sub-analisis dari percobaan COV001 dan COV002.

Executive Vice President BioPharmaceuticals R&D, Sir Mene Pangalos mengatakan, kajian lanjutan ini dianggap penting untuk benar-benar mengetahui apakah vaksin AstraZeneca benar-benar dapat menghasilkan respons kekebalan yang kuat dan tahan lama.

Menurutnya, studi terhadap setiap dosis vaksin AstraZeneca yang disuntikkan ini menjadi penting untuk meningkatkan keyakinan mengenai perlindungan jangka panjang terhadap Covid-19.

Baca juga: Vaksin AstraZeneca 94 Persen Efektif Cegah Risiko Rawat Inap karena Varian Delta

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Sebagai informasi, vaksin AstraZeneca ditemukan oleh Universitas Oxford dan perusahaan spin-outnya, Vaccitech.

Vaksin ini menggunakan vektor virus simpanse yang tidak bereplikasi berdasarkan versi yang dilemahkan dari virus flu biasa atau adenovirus yang menyebabkan infeksi pada simpanse dan mengandung materi genetik dari protein spike virus SARS-CoV-2.

Setelah vaksinasi, diproduksilah protein permukaan spike yang akan mempersiapkan sistem kekebalan untuk menyerang virus corona SARS-CoV-2 jika kemudian menginfeksi tubuh.

Mekanisme sub-analisis percobaan vaksin AstraZeneca

Untuk diketahui, analisis ini melibatkan sukarelawan berusia 18 hingga 55 tahun yang terdaftar dalam uji coba COV001 dan COV002, dan telah menerima satu dosis atau dua dosis vaksin AstraZeneca.

Baca juga: Vaksin AstraZeneca Terbuat dari Adenovirus Simpanse, Apa Itu?

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.