Kompas.com - 30/06/2021, 13:36 WIB
Ilustrasi varian baru Covid-19 diumumkan WHO sebagai Variant of Interest. Varian Lambda adalah varian virus corona dari Peru yang pertama kali teridentifikasi pada Agustus 2020. SHUTTERSTOCK/LightspringIlustrasi varian baru Covid-19 diumumkan WHO sebagai Variant of Interest. Varian Lambda adalah varian virus corona dari Peru yang pertama kali teridentifikasi pada Agustus 2020.


KOMPAS.com - Varian Lambda adalah varian virus corona yang ditemukan menyebar di Amerika Latin. Belum lama ini, varian yang disebut lebih menular dan menyebar cepat ini ditemukan ilmuwan di Inggris.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan varian Lambda sebagai Variant of Interest (VOI) pada 17 Juni lalu.

Dilansir dari WebMD, Rabu (30/6/2021), varian Lambda telah ditemukan menyebar di Inggris.

Menurut laporan, ada enam kasus varian Covid-19 Lambda yang ditemukan di Inggris, dan semuanya berkaitan dengan perjalanan ke luar negeri.

Public Health England (PHE) mengatakan bahwa varian Lambda telah ditetapkan sebagai varian yang sedang diselidiki (variant under investigation).

Sebab, varian virus corona tersebut berkaitan dengan peningkatan kasus di sejumlah negara dan membawa beberapa mutasi penting.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

WHO mengungkapkan bahwa varian Lambda berstatus sebagai Variant of Interest setelah muncul di sejumlah negara secara bersamaan, dan sebagian besar menyebar di negara-negara Amerika Latin.

Baca juga: Varian Baru Covid-19 Ini Akhirnya Dilabeli WHO sebagai Varian Lambda

 

Di Peru, di mana varian Lambda ini kali pertama teridentifikasi pada Agustus 2020 lalu, saat ini telah menyumbang 82 persen kasus infeksi baru. Varian virus corona ini diyakini menyebar cepat, sehingga meningkatkan kasus Covid-19 di Peru dengan cepat.

Seperti dikutip dari DW News, varian Lambda atau C.37, telah terdeteksi di 29 negara di dunia, di mana 7 negara di antaranya berada di Amerika Latin.

Selain Peru, varian Lambda juga teridentifikasi pada satu dari tiga kasus di Cile, serta ditemukan juga di Argentina, Brasil, Kolombia, Ekuador dan Meksiko.

"Sejauh ini kami tidak melihat indikasi bahwa varian Lambda lebih agresif," kata ahli virologi WHO Jairo Mendez-Rico.

"Ada kemungkinan bahwa itu (varian Lambda) menunjukkan tingkat infeksi yang lebih tinggi, tetapi kami belum memiliki cukup data yang dapat diandalkan untuk membandingkannya dengan gamma atau delta," imbuhnya.

Sebelum menetapkan varian Lambda, yakni varian virus corona yang diyakini dapat menyebar cepat, WHO telah menetapkan empat varian virus corona sebagai Variant of Concern, yakni varian Alpha (B.1.1.7), varian Beta (B.1.351), varian Delta (B.1.617.2) dan varian Gamma (P.1).

Baca juga: WHO: Varian Lambda Memiliki Beberapa Mutasi Virus Corona

Ilustrasi varian Covid-19 India menyebabkan lonjakan kasus di Inggris. Ilmuwan mendesak agar pemerintah meningkatkan vaksinasi.SHUTTERSTOCK/PETERSCHREIBER MEDIA Ilustrasi varian Covid-19 India menyebabkan lonjakan kasus di Inggris. Ilmuwan mendesak agar pemerintah meningkatkan vaksinasi.

Klasifikasi ini menunjukkan bahwa varian-varian Covid-19 baru tersebut lebih menular dan lebih sulit diobati, serta dapat menyebabkan keparahan penyakit yang lebih serius.

"Meskipun mungkin, saat ini tidak ada indikasi bahwa varian (Lambda) lebih berbahaya dan menyebabkan peningkatan kematian. Kemungkinan SARS-CoV-2 akan menjadi lebih menular selama evolusinya, tetapi tidak selalu lebih merusak inangnya," jelas Mendez-Rico.

Banyak ilmuwan yang meyakini bahwa pandemi virus corona ini tidak akan berakhir sampai setidaknya 80 persen populasi dunia telah divaksinasi. Varian-varian baru virus corona, seperti varian Lambda, bisa terus bermunculan hingga tercapai.

Lebih lanjut Mendez-Rico mengatakan bahwa inokulasi atau vaksinasi memberikan pertahanan yang paling efektif.

"Semua vaksin yang telah kami setujui di seluruh dunia umumnya efektif melawan varian virus corona yang menyebar saat ini, dan tidak ada alasan untuk mencurigai vaksin akan kurang efektif terhadap varian Lambda," jelas Mendez-Rico.

Baca juga: Varian India Sebabkan Covid-19 di Inggris Melonjak, Ilmuwan Desak Vaksinasi Ditingkatkan

 

Evolusi virus Lambda di Peru

Varian Lambda telah berkontribusi pada peningkatan kasus di Peru, tempat di mana kali pertama varian virus corona ini ditemukan.

Ahli virologi Pablo Tsukayama dan timnya dari Cayetano Heredia University di Lima telah melacak evolusi virus corona varian Lambda di Peru selama berbulan-bulan setelah teridentifikasi melalui pengujian genom.

Varian Lambda ini menyebar lebih cepat daripada varian yang dianggap jauh lebih berbahaya olegh WHO, bahkan kecepatan penyebarannya mengalahkan varian Gamma yang telah merajalela di Brasil.

"Kami memiliki 200 infeksi Lambda pada bulan Desember. Pada akhir Maret, itu merupakan setengah dari semua sampel yang diambil di Lima. Sekarang, tiga bulan kemudian, kami melihat ada lebih dari 80 persen dari semua infeksi secara nasional," kata Tsukayama.

Saat ini, varian Lambda telah menjadi varian virus corona yang dominan di Peru dalam waktu yang sangat singkat.

"Dengan 187.000 kematian dan tingkat kematian tertinggi di dunia, kami adalah negara yang paling berjuang dalam hal virus corona. Oleh karena itu, mungkin tidak heran bahwa varian baru telah dimulai di sini," katanya.

Baca juga: WHO: Varian Delta Jenis Virus Corona Tercepat dan Terkuat, Vaksinasi Harus Digenjot



Sumber WebMD,DW
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.