Kompas.com - 29/06/2021, 07:32 WIB
Pengunjung Tiong Bahru Bakery terlihat bersantap menikmati roti dan kopi mereka pada Minggu pagi (27/6/2021). Singapura saat ini sedang dalam transisi menuju new normal di mana maksimum 2 warga diizinkan makan bersama satu meja di restoran, hawker, kedai kopi, dan kafe KOMPAS.com/ERICSSENPengunjung Tiong Bahru Bakery terlihat bersantap menikmati roti dan kopi mereka pada Minggu pagi (27/6/2021). Singapura saat ini sedang dalam transisi menuju new normal di mana maksimum 2 warga diizinkan makan bersama satu meja di restoran, hawker, kedai kopi, dan kafe


KOMPAS.com - Singapura menyatakan akan memasuki era kenormalan baru (new normal) dan mempersiapkan diri untuk hidup bersama Covid-19.

Pernyataan itu disampaikan pemerintah Singapura yang menyatakan bahwa virus corona diyakini tidak akan dapat dilenyapkan dan akan menjadi endemik di kemudian hari.

Pemerintah 'Negeri Singa", seperti diberitakan Kompas.com, Senin (28/6/2021) mengatakan bahwa warga Singapura harus dapat beraktivitas normal, hidup dengan Covid-19 tanpa harus menjalani karantina dan lockdown.

Apabila mencermati video pernyataan Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, ada pemahaman yang harus diluruskan terkait pernyataan hidup bersama Covid-19.

Baca juga: Singapura Kembangkan Metode Uji Covid-19, Hasil Tes Keluar 36 Menit 

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau dicermati dari video pernyataannya, itu adalah sikap (Singapura hidup bersama Covid-19) nanti, bukan saat ini. Sekarang (Covid-19) belum endemik, ini yang harus diluruskan," kata Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman saat dihubungi Kompas.com, Senin (28/6/2021).

Kondisi saat ini, dunia masih berhadapan dengan situasi pandemi Covid-19.

Dicky mengatakan bahwa posisi Singapura, maupun negara maju lain yang berhasil mengendalikan Covid-19 tetap sama, yakni tetap menerapkan 3T, 5M, dan vaksinasi Covid-19.

"Potensi (Covid-19 menjadi) endemik memang jelas, tapi saat ini kita dalam situasi pandemi yang perlu respons serius," kata Dicky.

Lebih lanjut Dicky menjelaskan bahwa situasi pandemi Covid-19 saat ini semakin buruk, terlebih dengan adanya varian Delta.

Pernyataan Singapura terkait kenormalan baru (new normal) dengan hidup bersama Covid-19 jangan disalahpahami bahwa hal itu akan dilakukan pada saat ini.

Baca juga: WNI Positif Covid-19 di Singapura, Ternyata Hasil Tes Negatif Bisa Berubah Positif

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.