Beredar Resep Obat yang Dipakai Pasien Covid-19 Gejala Ringan di Wisma Atlet, Ini Penjelasan Ahli

Kompas.com - 28/06/2021, 19:15 WIB
Ilustrasi PIXABAYIlustrasi

KOMPAS.com - Dengan meningkatnya jumlah kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19, semakin banyak pula ragam informasi pengobatan yang beredar. 

Kali ini, informasi mengenai obat untuk pasien Covid-19 yang tidak bergejala berat beredar di media sosial percakapan, seperti WhatsApp.

Edaran ini dituliskan berasal dari resep obat dokter yang sudah teruji dan dipakai di RS Covid-19 Wisma Atlet Jakarta.

Baca juga: Ramai Ivermectin untuk Covid-19, Ahli UGM Ingatkan Jangan Asal Konsumsi Obat

Dalam edaran tersebut menginformasikan, jika ada yang terinfeksi Covid-19, maka tidak perlu panik dan tidak harus ke rumah sakit (RS), bila kondisinya tidak terlalu parah, seperti sesak napas hingga memerlukan ICU dan ventilator. Karena saat ini, RS khusus Covid-19 semua penuh.

Lebih lanjut, edaran itu menyarankan, bahwa infeksi Covid-19 yang tidak terlalu parah bisa diobati sendiri dengan resep obat seperti berikut.

1. Azytromycin 500 mg

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

2. Favipiravir (Avigan-Indofarma), 600 mg

3. Fluimucil Eff 600 mg

4. Dexamethasone 0,5

5. Paracetamol 500 mg

Selanjutnya, edaran itu juga menyampaikan untuk tidak panik, berdoa dan tetap bersyukur, semangat dan gembira, karena hati yang gembira adalah obat. Serta, selalu percaya dan yakin akan sembuh.

Tidak hanya itu, selain beberapa obat di atas, pasien juga diminta tetap harus minum vitamin C, Zinc dan D, dan usahakan berjemur matahari pagi setidaknya 15 menit.

Sebuah foto berisi resep obat untuk isolasi mandiri pasien Covid-19 beredar di WhatsApp Sebuah foto berisi resep obat untuk isolasi mandiri pasien Covid-19 beredar di WhatsApp

Namun, benarkah informasi yang disampaikan di atas? Apakah antibiotik untuk infeksi bakteri bisa dipakai sebagai obat infeksi virus corona?

Menjawab persoalan tersebut, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultasn Penyakit Tropik dan Infeksi, DR Dr Erni Juwita Nelwan SpPD, KPTI, FACP, FINASIM, PhD mengatakan, bahwa pengobatan atau terapi untuk pasien Covid-19 bukanlah masalah mencari obat yang murah dan mudah dijangkau.

Namun, lebih kepada mencari terapi yang dapat mengobati gejala-gejala yang dirasakan pasien dengan se-efektif mungkin.

"(Obat terapi untuk pasien Covid-19 itu harus) sesuai penilaian klinis dokter, tidak rutin (berlaku untuk) setiap orang atau sesuai keluhan pasien," kata Erni kepada Kompas.com, Minggu (27/6/2021).

Baca juga: Bukan Ivermectin, Ini Obat untuk Pasien Covid-19 Rekomendasi WHO

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.