Kompas.com - 25/06/2021, 20:24 WIB
Ilustrasi anosmia, kehilangan penciuman SHUTTERSTOCK/VIALANTSINIlustrasi anosmia, kehilangan penciuman

KOMPAS.com - Pada awal pandemi Covid-19, para dokter yang merawat orang yang terinfeksi SARS-CoV-2 mulai menyadari, bahwa hilangnya penciuman secara tiba-tiba atau anosmia adalah salah satu gejala Covid-19.

Menurut para ahli, hal itu disebabkan karena adanya peradangan perifer akibat Covid-19 pada saraf - yang mana penting untuk fungsi penciuman.

Tetapi seiring berlalunya waktu, banyak pasien gagal memulihkan indra penciumannya, beberapa bahkan mulai khawatir bahwa kerusakannya akan permanen.

Namun, studi baru tampaknya bisa meredakan ketakutan itu.

Baca juga: Ilmuwan Ungkap Mengapa Virus Corona Sebabkan Hilangnya Penciuman dan Rasa

Peneliti mengungkap, dalam sebuah penelitian di Prancis, hampir semua pasien yang kehilangan indra penciumannya setelah serangan Covid-19 mendapatkan kembali kemampuan itu secara sempurna setahun kemudian.

"Anosmia (kehilangan penciuman]) terkait Covid-19 yang persisten memiliki prognosis yang sangat baik, dengan pemulihan hampir sempurna dalam satu tahun," menurut tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. Marion Renaud, ahli otorinolaringologi di University Hospitals of Strasbourg.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Melansir WebMD, dalam penelitian mereka, tim Prancis melacak indra penciuman dari 97 pasien (67 wanita, 30 pria) rata-rata berusia sekitar 39 tahun. Semua kehilangan indra penciuman setelah tertular Covid-19.

Para pasien ditanya tentang peningkatan kemampuan penciuman mereka pada empat bulan, delapan bulan, dan kemudian satu tahun penuh setelah hilangnya penciuman dimulai. Sekitar setengahnya juga diberikan tes khusus untuk mengukur kemampuan mereka dalam penciuman.

Pada bulan keempat, pengujian obyektif dari 51 pasien menunjukkan bahwa sekitar 84% (43) telah mendapatkan kembali indra penciuman, sementara enam dari delapan pasien yang tersisa telah mendapatkannya pada bulan ke delapan.

Hanya dua dari 51 pasien yang telah dianalisis menggunakan tes khusus, masih memiliki beberapa gangguan indera penciuman satu tahun setelah diagnosis awal mereka.

Dalam laporan studi yang dipublikasikan secara online di JAMA Network Open, Kamis (24/6/2021), peneliti melaporkan, bahwa secara keseluruhan, 96% pasien sembuh secara objektif dalam 12 bulan.

Baca juga: Bahan Alami untuk Mengembalikan Indera Penciuman

Halaman:


Sumber WebMD
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Orang yang Alami Reaksi Alergi pada Dosis Pertama Vaksin mRNA, Terbukti Mampu Menoleransi Dosis Kedua

Orang yang Alami Reaksi Alergi pada Dosis Pertama Vaksin mRNA, Terbukti Mampu Menoleransi Dosis Kedua

Oh Begitu
Mengenal Apa Itu mRNA pada Vaksin Pfizer dan Moderna

Mengenal Apa Itu mRNA pada Vaksin Pfizer dan Moderna

Oh Begitu
Bintang Unik Ini Meluncur Keluar dari Galaksi Bima Sakti

Bintang Unik Ini Meluncur Keluar dari Galaksi Bima Sakti

Fenomena
CDC Tunjukkan Kekuatan Vaksin Covid-19 Lindungi dari Infeksi Parah

CDC Tunjukkan Kekuatan Vaksin Covid-19 Lindungi dari Infeksi Parah

Oh Begitu
7 Cara Mencegah Hewan Terinfeksi Covid-19 Menurut KLHK

7 Cara Mencegah Hewan Terinfeksi Covid-19 Menurut KLHK

Oh Begitu
3 Vaksin Covid-19 untuk Vaksinasi Ibu Hamil, Jenis dan Efikasinya

3 Vaksin Covid-19 untuk Vaksinasi Ibu Hamil, Jenis dan Efikasinya

Oh Begitu
Bukan Cuma Faktor Umur, Ini Alasan Rambut Memutih dan Beruban

Bukan Cuma Faktor Umur, Ini Alasan Rambut Memutih dan Beruban

Kita
Kandungan Sodium dalam Mi Instan Sangat Tinggi, Kenali Risikonya

Kandungan Sodium dalam Mi Instan Sangat Tinggi, Kenali Risikonya

Oh Begitu
Ilmuwan Ungkap Gejala Brain Fog pada Long Covid Bisa Menurunkan IQ

Ilmuwan Ungkap Gejala Brain Fog pada Long Covid Bisa Menurunkan IQ

Oh Begitu
Luhut Sebut Kasus Covid-19 Turun 50 Persen, Epidemiolog: Indonesia Baru Masuki Titik Puncak Pandemi

Luhut Sebut Kasus Covid-19 Turun 50 Persen, Epidemiolog: Indonesia Baru Masuki Titik Puncak Pandemi

Oh Begitu
Ada Isu Gelombang Panas, BMKG: Itu di Amerika Utara, Bukan Indonesia

Ada Isu Gelombang Panas, BMKG: Itu di Amerika Utara, Bukan Indonesia

Fenomena
Gejala Awal Covid-19 Berbeda Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin, Studi Jelaskan

Gejala Awal Covid-19 Berbeda Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin, Studi Jelaskan

Oh Begitu
Epidemiolog: PPKM Sudah Seharusnya Diperpanjang, tapi Ada Catatan Penting

Epidemiolog: PPKM Sudah Seharusnya Diperpanjang, tapi Ada Catatan Penting

Oh Begitu
Pelonggaran Aturan Vaksin Bisa Ciptakan Varian Virus Corona Jenis Baru

Pelonggaran Aturan Vaksin Bisa Ciptakan Varian Virus Corona Jenis Baru

Oh Begitu
[Gempa Hari Ini] M 6,0 Guncang Mentawai, 2 Kali Susulan Terasa hingga Padang

[Gempa Hari Ini] M 6,0 Guncang Mentawai, 2 Kali Susulan Terasa hingga Padang

Fenomena
komentar
Close Ads X