Kompas.com - 25/06/2021, 19:03 WIB


KOMPAS.com - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyatakan, jika terinfeksi Covid-19, ibu hamil akan mengalami keadaan yang lebih berat dibandingkan dengan ibu yang tidak hamil.

Ketua Umum Pengurus Pusat POGI, dr Ari K Januarto SpOG(K)-Obginsos dalam keterangan resminya yang diterima Kompas.com, Jumat (25/6/2021) mengatakan, kondisi saat ini mengkhawatirkan bagi semua elemen masyarakat, termasuk ibu hamil.

Menurut Ari, kekhawatiran itu harus diikuti dengan langkah antisipasi, mengingat meningkatnya kasus ibu hamil terkonfirmasi Covid-19 di sejumlah kota besar di Indonesia dalam keadaan yang berat (severe case).

Ditemukannya varian baru yang masuk di Indonesia, terutama varian Delta dari India, menyebabkan populasi ibu hamil menjadi lebih rentan dan lebih cepat mengalami perburukan hingga kematian, jika terinfeksi Covid-19 dari varian virus corona tersebut.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggambarkan varian Delta adalah jenis virus corona tercepat atau lebih mudah menular dan terkuat yang pernah ada.

Baca juga: Catat, Tips untuk Ibu Hamil Saat Pandemi Covid-19

 

Sangat mungkin sudah banyak orang yang terinfeksi varian Delta, termasuk ibu hamil, terutama di negara atau daerah dengan tingkat vaksinasi Covid-19 yang rendah. Hal ini ditegaskan WHO pada Senin, 21 Juni 2021.

Varian delta yang pertama kali diidentifikasi di India, memiliki potensi menjadi lebih mematikan karena jangkauan penularan virusnya lebih besar dibanding varian lain.

Lantas, apa akibatnya jika ibu hamil terinfeksi Covid-19?

Seperti yang disampaikan sebelumnya, kata Ari, ibu hamil termasuk golongan individu yang rentan terhadap infeksi Covid-19 ini.

Kemudian, jika ibu hamil terinfeksi Covid-19, maka efek ataupun akibatnya akan lebih buruk kondisinya dibandingan wanita yang sedang tidak hamil.

Baca juga: Benarkah Ibu Hamil Berisiko Terkena Covid-19 Parah? Studi Jelaskan

 

Ibu hamil 9 bulan meninggal bersama bayi yang dikandungnya akibat terpapar covid-19 dari klaster senam ibu hamil di desanya yang membuat 63 warga lainnya positif corona di Desa Tanjungpura, Kecamatan Rajapolah, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Selasa (22/6/2021).KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA Ibu hamil 9 bulan meninggal bersama bayi yang dikandungnya akibat terpapar covid-19 dari klaster senam ibu hamil di desanya yang membuat 63 warga lainnya positif corona di Desa Tanjungpura, Kecamatan Rajapolah, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Selasa (22/6/2021).

CDC menyebutkan, kondisi ibu hamil terinfeksi Covid-19 bisa membuat mereka sangat memerlukan perawatan di rumah sakit, ruang intensif atau ventilator dan alat bantu napas lainnya.

Bahkan, pada kondisi buruknya lagi, Covid-19 ini meningkatkan risiko kejadian persalinan prematur dan komplikasi kehamilan lainnya.

Oleh karena itu, POGI menegaskan, mendapatkan vaksinasi dalam masa kehamilan akan mencegah akan mencegah ibu hamil bergejala berat bila terpapar Covid-19.

WHO menyatakan bahwa ibu hamil dengan usia di atas 35 tahun, indeks massa tubuh (IMT) yang tinggi dan memiliki komorbid seperti diabetes dan hipertensi, serta kelompok risiko tinggi terpapar Covid-19, direkomendasikan untuk mendapat vaksin Sinovac.

"Hingga saat ini belum ada data ilmiah mengenai efektivitas maupun potensi bahaya pemberian vaksin Covid-19 untuk ibu hamil dan menyusui mengingat tergolong dalam kelompok vulnerable population (kelompok rentan)," jelas Ari.

Baca juga: POGI Belum Rekomendasikan Vaksinasi Covid-19 untuk Ibu Hamil, Ini Alasannya

 

Disebutkan dalam berita sebelumnya, infeksi Covid-19 yang disebabkan oleh varian Delta, 40 persen lebih menular dibanding varian Alpha.

Satu orang yang terinfeksi varian Delta dapat menularkan virus corona yang sama ke 7-8 orang lainnya.

Sementara varian Alpha memiliki angka reproduksi (R) 5,6. Artinya, satu orang yang terinfeksi varian Alpha berpotensi menularkan virus ke 5-6 orang lainnya, dan orang yang terinfeksi varian original atau varian Wuhan, dapat menularkan virus ke 3-4 orang lainnya.

"Selain penularan yang lebih luas, pada akhirnya (karena varian Delta) kita akan melihat individu-individu yang rentan mengalami sakit parah, harus dirawat di rumah sakit, dan berpotensi meninggal," kata Dr Mike Ryan, direktur eksekutif program kedaruratan kesehatan WHO dalam konferensi pers, seperti dikutip dari CNBC News, Senin (21/6/2021).

Baca juga: Ibu Hamil Positif Covid-19, Haruskah Melahirkan dengan Operasi Caesar?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.