Epidemiolog: Tes Antigen Tidak Digunakan untuk Menghitung Positivity Rate, Kecuali Kasus Tertentu

Kompas.com - 25/06/2021, 16:32 WIB
Keluarga mengantar pemakaman jenazah korban Covid-19 di TPU Rorotan, Jakarta Utara, Kamis (24/6/2021). Meningkatnya kasus kematian Covid-19 mengakibatkan kesibukan pemakaman di TPU Rorotan hingga malam hari. Sedikitnya 79 orang dimakamkam hari ini. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOKeluarga mengantar pemakaman jenazah korban Covid-19 di TPU Rorotan, Jakarta Utara, Kamis (24/6/2021). Meningkatnya kasus kematian Covid-19 mengakibatkan kesibukan pemakaman di TPU Rorotan hingga malam hari. Sedikitnya 79 orang dimakamkam hari ini.

KOMPAS.com - Diberitakan sebelumnya, angka positivity rate di Indonesia 44,37 persen. Artinya, setiap 100 orang yang dites Covid-19 ada 44 orang yang positif.

Angka itu dihitung dari jumlah tes PCR dan tes cepat molekuler (TCM).

Namun, Satgas Covid-19 kerap memasukkan data tes antigen yang membuat angka positivity rate ini berubah lebih rendah. Bisa dua kali lipat lebih rendah.

Menurut ahli epidemiologi Universitas Airlangga (Unair) Windhu Purnomo, perhitungan positivity rate dengan memasukkan tes antigen adalah salah. Tes antigen bisa dimasukkan ke perhitungan positivity rate hanya dalam kasus tertentu saja.

Baca juga: 24 Juni Positivity Rate Indonesia 44,37 Persen, Artinya 10 Kali Lipat Standar WHO

Data yang diumumkan Satgas Covid-19

Diberitakan sebelumnya, data Satgas Covid-19 menunjukan bahwa 90.503 orang yang diambil sampelnya untuk pemeriksaan spesimen terdiri dari 42.259 orang menggunakan real time swab test PCR dan 459 menggunakan TCM. Lalu ada 44.785 orang yang diambil sampelnya menggunakan tes antigen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hasilnya menunjukan sebanyak 20.574 orang diketahui positif virus corona. Jumlah itu didapatkan dari 20.055 hasil swab PCR, 228 dari TCM dan 291 dari antigen.

Berdasarkan hasil tersebut maka positivity rate kasus positif Covid-19 harian adalah 22,73 persen.

Namun, jika tanpa menggunakan hasil positif dari tes antigen, yaitu hanya menghitung dari metode swab PCR dan TCM maka positivity rate menunjukan angka lebih tinggi yaitu mencapai 44,37 persen.

Penjelasan ahli

Perlu diketahui, positivity rate adalah perbandingan antara jumlah kasus positif Covid-19 dengan jumlah tes yang dilakukan.

Dikatakan ahli epidemiologi Universitas Airlangga (Unair) Windhu Purnomo, positivity rate yang begitu tinggi itu menunjukkan bahwa Indonesia sudah sangat berisiko.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X