Kompas.com - 23/06/2021, 19:45 WIB
Ilustrasi rambut beruban. SHUTTERSTOCK/PPSTUDIOIlustrasi rambut beruban.

KOMPAS.com - Beberapa orang seringkali menghubungkan bertambahnya uban karena stres.

Bahkan, ada sebuah legenda yang menceritakan rambut Marie Antoinette, Ratu Prancis terakhir sebelum Revolusi Prancis, berubah menjadi abu-abu dalam semalam lantaran stres sebelum pemenggalannya pada tahun 1791.

Meski cerita itu memang tak diketahui kebenarannya, kini sebuah studi baru dari Colombia University Vagelos College of Physicians and Surgeons menemukan bukti kuantitaf hubungan antara stres psikologis dengan rambut beruban.

Tak hanya itu, dalam studi yang dipublikasikan Selasa (22/6/2021) di eLife itu, peneliti menyebut pula, bahwa uban dapat dipulihkan kembali ketika stres hilang.

Baca juga: Manfaat Lari Pagi bagi Kesehatan, Bisa Kurangi Stres

"Memahami mekanisme yang memungkinkan uban untuk kembali ke keadaan semula dapat menghasilkan petunjuk baru tentang kelenturan penuaan manusia secara umum dan bagaimana hal itu dipengaruhi oleh stres," papar Martin Picard, penulis studi dari Colombia University Vagelos College of Physicians and Surgeons.

Mengutip Medicalxpress, Rabu (23/6/2021) Picard juga menjelaskan jika dari data yang terkumpul, makin banyak bukti yang menunjukkan bahwa penuaan manusia bukanlah proses biologis linier dan tetap.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun mungkin, setidaknya sebagian dihentikan atau bahkan dikembalikan untuk sementara.

Proses penuaan ini salah satunya bisa dipelajari melalui rambut.

"Sama seperti cincin di batang pohon yang menyimpan informasi tentang dekade terakhir dalam kehidupan pohon, rambut juga berisi informasi tentang sejarah biologis kita," ungkap Picard.

Informasi tersebut tercatat sejak rambut masih berada di bawah kulit sebagai folikel. Saat itu rambut tunduk pada pengaruh hormon stres dan hal lain yang terjadi pada pikiran dan tubuh kita.

Namun, begitu rambut tumbuh dari kulit kepala, mereka mengeras dan mengkristal secara permanen, menjadi bentuk yang stabil.

Untuk mengetahui lebih lanjut, peneliti kemudian menganalisis rambut dari 14 sukarelawan dan membandingkannya dengan tingkat stres haruan masing-masing relawan.

Hasilnya, peneliti melihat ada hubungan yang mencolok antara stres dan rambut uban. Peneliti juga menyadari ada beberapa uban secara alami mendapatkan kembali warna aslinya ketika stresnya hilang. Temuan ini belum pernah didokumentasikan secara kuantitatif.

"Ada satu orang yang pergi berlibur dan lima helai rambut di kepala relawan kembali gelap selama liburan," kata Picard.

Baca juga: 7 Cara Menghilangkan Stres dengan Mudah dan Cepat

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X