Kompas.com - 22/06/2021, 16:30 WIB
Ilustrasi kopi tubruk Pixabay/CocoparisienneIlustrasi kopi tubruk

KOMPAS.com - Banyak orang mengandalkan kopi untuk menambah energi dan semangat di pagi hari. Di samping itu, kopi juga telah diakui memilki berbagai manfaat untuk kesehatan.

Manfaat terbaru yang diungkap ahli adalah, minum kopi yang berkafein atau tanpa kafein dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit hati kronis dan masalah kesehatan hati yang berkaitan. Demikian menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal akses terbuka BMC Public Health.

Para peneliti di Universitas Southampton dan Edinburgh, Inggris, menemukan bahwa minum kopi jenis apa pun dikaitkan dengan penurunan risiko pengembangan dan kematian akibat penyakit hati atau penyakit lever kronis, dibandingkan dengan mereka yang sehari-hari tidak minum kopi.

Baca juga: Ahli Ungkap Cara Minum Kopi untuk Menurunkan Berat Badan

Para penulis mempelajari data UK Biobank pada 495.585 peserta dengan konsumsi kopi yang diketahui, yang diikuti selama rata-rata 10,7 tahun untuk memantau siapa yang mengembangkan penyakit lever kronis dan masalah lever yang berkaitan.

Dari semua peserta yang termasuk dalam penelitian ini, 78 persen (384.818) mengonsumsi kopi bubuk atau kopi instan atau tanpa kafein, sementara 22 persen (109.767) tidak minum kopi jenis apa pun.

Selama masa studi, ada 3.600 kasus penyakit hati kronis, termasuk 301 kematian. Selain itu, ada 5.439 kasus penyakit hati kronis atau steatosis (penumpukan lemak di hati yang juga dikenal sebagai penyakit hati berlemak), dan 184 kasus karsinoma hepatoseluler, sejenis kanker hati.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dibandingkan dengan non-peminum kopi, peminum kopi memiliki 21 persen penurunan risiko penyakit hati kronis, 20 persen penurunan risiko penyakit hati berlemak, dan 49 persen penurunan risiko kematian akibat penyakit hati kronis.

Manfaat maksimal terlihat pada kelompok yang minum kopi bubuk, yang mengandung bahan kahweol dan cafestol tingkat tinggi, yang telah terbukti bermanfaat melawan penyakit hati kronis pada hewan.

Kopi instan yang memiliki kadar kahweol dan cafestol yang rendah juga dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit lever kronis.

Temuan tersebut mungkin menunjukkan bahwa bahan lain, atau potensi kombinasi bahan, mungkin juga membawa manfaat.

Dr. Oliver Kennedy, penulis utama studi, mengatakan, kopi dapat diakses secara luas dan manfaat yang terlihat dalam penelitian apat berarti menawarkan pengobatan pencegahan potensial untuk penyakit hati kronis.

Baca juga: 6 Manfaat Kopi untuk Kesehatan Menurut Ahli Gizi

Ilustrasi liver Ilustrasi liver

Ini akan sangat berharga di negara-negara dengan pendapatan rendah dan akses yang lebih buruk untuk mencapai perawatan kesehatan, serta di mana beban penyakit hati kronis paling tinggi.

Para penulis mengingatkan bahwa, karena konsumsi kopi hanya dilaporkan ketika peserta pertama kali mendaftar dalam penelitian ini, penelitian ini tidak memperhitungkan perubahan apa pun dalam jumlah atau jenis kopi yang mereka konsumsi selama periode penelitian 10 tahun7 bulan.

Para penulis menyarankan bahwa penelitian di masa depan dapat menguji hubungan antara kopi dan penyakit hati dengan kontrol yang lebih ketat terhadap jumlah kopi yang dikonsumsi.

Mereka juga mengusulkan untuk memvalidasi temuan mereka dalam kelompok peserta yang lebih beragam.

Baca juga: Cara Cepat Megobati Sakit Kepala, Termasuk Minum Secangkir Kopi



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.