Kompas.com - 20/06/2021, 18:31 WIB
Ilustrasi artis tentang badai galaksi raksasa yang didorong oleh lubang hitam supermasif di pusat sebuah galaksi. Temuan teleskop ALMA ini mengungkap evolusi galaksi dan lubang hitam di alam semesta. ALMA (ESO/NAOJ/NRAO) via PHYSIlustrasi artis tentang badai galaksi raksasa yang didorong oleh lubang hitam supermasif di pusat sebuah galaksi. Temuan teleskop ALMA ini mengungkap evolusi galaksi dan lubang hitam di alam semesta.

KOMPAS.com- Menggunakan teleskop radio Atacama Large Millimeter/submillimeter Array (ALMA), para peneliti menemukan badai galaksi raksasa paling awal di alam semesta. Temuan ini mengungkap evolusi galaksi dan lubang hitam.

Badai galaksi raksasa ini diyakini terbentuk oleh lubang hitam supermasif yang terjadi pada 13,1 miliar tahun yang lalu.

Dilansir dari Phys, Minggu (20/6/2021), di pusat galaksi, banyak lubang hitam supermasif yang bersembunyi. Ukurannya bisa mencapai jutaan hingga miliaran kali lebih besar dari Matahari.

Menariknya, massa lubang hitam secara kasar sebanding dengan massa wilayah pusat galaksi di alam semesta terdekat.

Biasanya, banyak lubang hitam di sebuah galaksi tidak terlihat atau seakan bersembunyi, sehingga mungkin ukurannya tidak akan tampak jelas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kenapa hal ini bisa terjadi?

Alasannya adalah ukuran galaksi dan lubang hitam bisa berbeda dengan 10 kali lipat.

Baca juga: Fenomena Langka Alam Semesta, Astronom Temukan 3 Galaksi Bergabung

 

Menurut peneliti, temuan badai galaksi raksasa ini adalah contoh catatan sejarah paling awal tentang peristiwa alam semesta ini yang pernah diamati.

Temuan badai galaksi raksasa ini juga merupakan tanda awal bahwa lubang hitam besar memiliki efek mendalam terhadap pertumbuhan galaksi sejak awal sejarah alam semesta.

Berdasarkan hubungan proporsional antara massa dua benda yang sangat berbeda ukurannya, para astronom meyakini bahwa galaksi dan lubang hitam tumbuh dan berevolusi bersama atau koevolusi, melalui semacam interaksi fisik.

Angin galaksi atau badai galaksi dapat memberikan interaksi fisik semacam ini antara lubang hitam dan galaksi.

Evolusi bersama galaksi dan lubang hitam

Sebuah lubang hitam supermasif menelan sejumlah besar materi.

Saat materi itu mulai bergerak dengan kecepatan tinggi karena gravitasi lubang hitam, maka materi tersebut akan memancarkan energi yang kuat dan mendorong materi di sekitarnya keluar, inilah proses bagaimana badai galaksi tersebut terbentuk.

Baca juga: Studi: Galaksi Bima Sakti Bengkok, Apa yang Terjadi?

Halaman:


Sumber PHYSORG
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

WHO: Anak Muda Mulai Kecanduan Tembakau karena Rokok Elektrik

WHO: Anak Muda Mulai Kecanduan Tembakau karena Rokok Elektrik

Kita
Ahli: Belum Ada Bukti Kuat Penularan Covid-19 dari Jenazah

Ahli: Belum Ada Bukti Kuat Penularan Covid-19 dari Jenazah

Kita
Agar Tak Kehilangan Mangsa, Begini Cara Elang Mengedipkan Mata

Agar Tak Kehilangan Mangsa, Begini Cara Elang Mengedipkan Mata

Oh Begitu
Tidak Sembarangan, Begini Standar Pemulasaraan Jenazah Covid-19

Tidak Sembarangan, Begini Standar Pemulasaraan Jenazah Covid-19

Oh Begitu
Gempa Pacitan Tadi Malam Dekat dengan Sumber Gempa Besar 1937

Gempa Pacitan Tadi Malam Dekat dengan Sumber Gempa Besar 1937

Fenomena
Kopi dan Kafein Tidak Mengganggu Detak Jantung, Studi Jelaskan

Kopi dan Kafein Tidak Mengganggu Detak Jantung, Studi Jelaskan

Oh Begitu
POPULER SAINS: Gejala Covid-19 Singkat Seperti yang Dialami Raffi Ahmad | Lava Pijar Merapi Capai Batas Vegetasi

POPULER SAINS: Gejala Covid-19 Singkat Seperti yang Dialami Raffi Ahmad | Lava Pijar Merapi Capai Batas Vegetasi

Oh Begitu
Pertama Kali, Astronom Deteksi Uap Air di Satelit Jupiter Ganymede

Pertama Kali, Astronom Deteksi Uap Air di Satelit Jupiter Ganymede

Oh Begitu
Mengapa Ada Jamur yang Beracun dan yang Tidak?

Mengapa Ada Jamur yang Beracun dan yang Tidak?

Prof Cilik
Mau Kurus? Ini Olahraga yang Membakar Kalori Paling Banyak

Mau Kurus? Ini Olahraga yang Membakar Kalori Paling Banyak

Oh Begitu
Mengubah Persepsi Orang yang Tak Percaya Covid-19

Mengubah Persepsi Orang yang Tak Percaya Covid-19

Oh Begitu
Studi Ungkap 33,8 Persen Anak Indonesia Cenderung Bergaya Hidup Tidak Aktif

Studi Ungkap 33,8 Persen Anak Indonesia Cenderung Bergaya Hidup Tidak Aktif

Oh Begitu
Makan di Tempat 20 Menit, Ahli: Virus Corona Mengincar Orang Tanpa Masker

Makan di Tempat 20 Menit, Ahli: Virus Corona Mengincar Orang Tanpa Masker

Oh Begitu
Lontaran Lava Pijar Gunung Merapi Capai Batas Vegetasi, Ini Rekomendasi BPPTKG

Lontaran Lava Pijar Gunung Merapi Capai Batas Vegetasi, Ini Rekomendasi BPPTKG

Fenomena
Ahli Bantah Dexamethasone dan Azythromycin pada Covid-19 Sebabkan Asidosis Laktat akibat Interaksi Obat

Ahli Bantah Dexamethasone dan Azythromycin pada Covid-19 Sebabkan Asidosis Laktat akibat Interaksi Obat

Kita
komentar
Close Ads X