Kompas.com - 18/06/2021, 09:00 WIB
Dua kerangka pria dari zaman Viking dipamerkan di Museum Nasional Denmark Ida Marie Odgaard/Ritzau Scanpix via DW IndonesiaDua kerangka pria dari zaman Viking dipamerkan di Museum Nasional Denmark

Tes DNA Ungkap Hubungan Keluarga Dua Kerangka Viking di Denmark dan Inggris

Tes DNA menunjukkan dua kerangka pria Viking yang tewas di Denmark dan Inggris, masing-masing sekitar 1.000 tahun yang lalu, mempunyai hubungan keluarga. Kerangka keduanya akan dipamerkan di Museum Nasional Denmark.

KOMPAS.com - Arkeolog telah mengonfirmasi hubungan dua pria yang meninggal di zaman Viking berdasarkan hasil tes DNA.

Hasil tes menunjukkan kedua kerangka pria yang ditemukan terpisah dalam penggalian di Denmark dan Inggris beberapa tahun lalu, mempunyai hubungan saudara seayah atau seibu, keponakan, atau paman.

Hal ini disampaikan ahli genetika Universitas Kopenhagen, Eske Willerslev.

Meskipun dipisahkan oleh Laut Utara pada saat meninggal, atau terpisah sekitar 900 kilometer, sepasang kerangka ini telah dipersatukan kembali di Museum Nasional Denmark, dengan 150 tulang merupakan pinjaman dari Museum Oxfordshire Inggris.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Temuan Kerangka Terbelenggu Jadi Bukti Pertama Perbudakan di Inggris

Berdasarkan keterangan museum, kerangka pertama yang diperkirakan merupakan seorang pria paruh baya berusia 50 tahunan yang berasal dari Pulau Funen ini, adalah seorang petani.

Kerangkanya ditemukan dalam penggalian tahun 2005 silam di dekat Kota Otterup.

Mempunyai tinggi 182 sentimeter, pria ini tampaknya mengidap penyakit tuberkolosis. Hal ini terlihat dari adanya peradangan pada tulang rusuknya.

Ia diduga tewas dalam sebuah serangan karena ditemukan luka serupa tikaman pedang di panggul kirinya yang tidak sembuh.

Sementara kerangka kedua, yang diperkirakan seorang pemuda berusia 20 tahunan ditemukan dalam penggalian di kuburan massal bersama 35 pria lainnya di dekat Oxford, Inggris, pada tahun 2008 lalu.

Puluhan pria ini diperkirakan tewas lebih dari 1.000 tahun lalu ketika Raja Inggris Ethelred II memerintahkan pembataian permukiman warga Denmark.

"Dia tewas karena luka berat dari sejumlah serangan senjata," ungkap Lasse Soerensen, kepala penelitian Museum Nasional Denmark.

Menanggapi penemuan ini, arkeolog museum Jeanette Varberg mengatakan penelusuran genetik ini merupakan penemuan besar dan sangat langka.

Baca juga: Lebih dari Seribu Tahun Terkubur, Kapal Milik Bangsa Viking Digali

"Ini adalah penemuan besar karena sekarang Anda dapat melacak gerakan melintasi ruang dan waktu melalui keluarga," ujar Varberg kepada kantor berita AFP.

Sepasang kerangka ini akan ditampilkan sebagai bagian dari pameran bertajuk "Togtet'' - Danish for ''TheRaid''- yang akan dibuka mulai 26 Juni mendatang di Museum Nasional Denmark.

Viking Denmark diperkirakan telah mencapai Skotlandia dan Inggris pada akhir abad kedelapan untuk bermukin, dengan beberapa bahkan mencapai Amerika Utara.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.