Kompas.com - 17/06/2021, 19:15 WIB
Ilustrasi obesitas ShuterstockIlustrasi obesitas

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 membuat semua orang harus membatasi aktivitas di luar rumah. Sehingga, Anda menghabiskan semua waktu Anda di rumah.

Hal ini disadari atau tidak membuat banyak orang lebih sedikit bergerak secara fisik. Tak perlu pergi ke kantor, cukup bekerja dengan piyama di tempat tidur, tak perlu jalan kaki keluar membeli makan siang, dan tak bisa pergi ke gym untuk berolahraga.

Dengan pola hidup sedenter yang dilakukan selama berbulan-bulan, akibatnya berat badan bertambah. Bahkan, tak sedikit orang yang mengalami lonjakan kenaikan berat badan.

Baca juga: Peneliti Sebut Obesitas Jadi Prediktor Kunci Kematian akibat Covid-19

Jika tak disadari, hal ini bisa menyebabkan obesitas, yang mana berarti akan meningkatkan risiko penyakit serius seperti penyakit kardiovaskular, stroke, dan diabetes tipe 2.

Masalahnya, menurut Kuldeep Singh, MD, direktur Maryland Bariatric Center di Mercy Hospital Baltimore, sebagian besar penyakit yang datang dengan obesitas sangat berbahaya dan ‘diam’.

Sebelum terlambat, Singh menyarankan untuk mengenali enam tanda obesitas, sehingga Anda bisa menurunkan berat badan demi kesehatan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Pakaian terasa sempit

Anda mungkin mendapati bahwa ikat pinggang Anda terasa lebih kencang, celana Anda sulit dikancing, atau jam tangan Anda terasa lebih sempit dari biasanya.

"Jika pakaian Anda terasa semakin sempit, jangan mengabaikannya. Daripada membeli pakaian baru, pergilah melakukan pemeriksaan. Mengapa? Ini untuk menghindari beberapa kondisi kesehatan serius,” kata Singh.

2. Sesak napas

Orang dengan obesitas akan mengembangkan timbunan lemak yang besar di dalam dan di sekitar dada, yang dapat menghambat pernapasan.

"Ketika mereka berbaring, mereka biasanya akan mulai sulit bernapas dengan benar. Pada beberapa orang memiliki jumlah lemak dada atau perut yang sangat besar, sehingga diafragma mereka tidak bisa bergerak bebas dan bernapas dengan mudah," jelas Singh.

3. Pembengkakan kaki

Peningkatan berat badan dapat memberi tekanan pada sistem vena, yang membawa darah ke seluruh tubuh, misalnya, dari kaki dan tungkai kembali ke jantung.

Kelebihan berat badan dapat menyebabkan pembuluh darah tersebut berhenti bekerja dengan baik, kemudian menyebabkan pembengkakan dan masalah lain pada ekstremitas ini.

Singh mengatakan, orang dengan obesitas cenderung memiliki varises atau gumpalan darah.

"Mereka kemungkinan menahan cairan, karena tekanan darah tinggi. Itu bahkan bisa menjadi tanda awal gagal jantung."

Baca juga: Rumus BMI, Cara Menghitung Indeks Massa Tubuh untuk Cegah Obesitas

Halaman:


Sumber eatthis
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X