Kompas.com - 17/06/2021, 17:30 WIB
Ilustrasi vaksin UnsplashIlustrasi vaksin

KOMPAS.com - Bersamaan dengan lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Pemerintah saat ini masih terus menggalakkan program vaksinasi untuk masyarakat umum.

Kini, individu yang berusia 18 tahun ke atas telah diperkenankan untuk mendapatkan suntikan vaksin Covid-19.

Namun, para ahli selalu menegaskan, bahwa siapa saja yang sudah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 dosis pertama tidak langsung serta-merta tubuhnya kebal terhadap Covid-19.

Baca juga: Suntik Vaksin Covid-19, Seperti Ini Cara Kerja Vaksin Dalam Tubuh

Vaksinasi Covid-19 hanya berfungsi membentuk sistem kekebalan (imun) tubuh, untuk menekan angka kesakitan parah atau risiko kematian saat seseorang terinfeksi virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Serta perlu diingat, fungsi ini tidak bisa didapatkan hanya dalam sekali suntikan vaksinasi Covid-19, karena membutuhkan proses di dalam tubuh.

Grafik antibodi setelah vaksinGoodhealth dan Greenvit International Grafik antibodi setelah vaksin

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam pemberitaan Kompas.com sebelumnya, telah dijelaskan bahwa urutan terbentuknya imun tubuh setelah vaksinasi Covid-19 adalah sebagai berikut:

- Hari pertama penyuntikan vaksin dosis pertama

- Hari ke-7, imunitas tubuh mulai terbentuk tapi belum sempurna

- Hari ke-14, penyuntikan vaksin dosis kedua. Hari ke-28 penyuntikan dosis kedua untuk lansia.

- Hari ke-28, imun tubuh mulai bekerja melawan paparan Covid-19; dan hari ke-56 untuk lansia.

 

Demikian juga dalam grafik yang dibuat oleh Greenvit International dan Goodhealth Naturally New Zealand berdasarkan sumber vaccine-safety-training.org, digambarkan imun tubuh setelah divaksin Covid-19 mulai terbentuk pada hari ke-7 setelah mendapat vaksin dosis pertama. 

Pada hari pertama hingga ketujuh, imun berada di titik nol. Itu sebabnya, seseorang masih bisa terkena Covid-19 beberapa hari sebelum vaksin kedua.

Berkaitan dengan proses pembentukan antibodi setelah vaksin Covid-19, pakar biologi molekuler Indonesia Ahmad Utomo memastikan, bahwa keterangan dalam kedua gambaran di atas adalah benar.

Baca juga: Mengapa Anak-anak Perlu Mendapatkan Vaksin Covid-19? Ahli Jelaskan

Ilustrasi Vaksin Covid-19 (shutterstock). KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFAL Ilustrasi Vaksin Covid-19 (shutterstock).

Cara kerja vaksin dosis I dan II 

Kepada Kompas.com, Ahmad memberikan referensi sederhana dari laman microbiologynotes.com. 

Dalam artikel yang dimuat di dalamnya, dijelaskan perbedaan vaksin Covid-19 dosis pertama dan dosis kedua.

1. Vaksin dosis I 

Perlu diingat, pada saat pemberian dosis 1 (pertama) vaksinasi Covid-19, maka respons imun primer terjadi ketika antigen bersentuhan dengan sistem imun untuk pertama kalinya. 

Artinya, saat kita disuntik vaksin Covid-19 dosis pertama, sistem kekebalan baru belajar mengenali antigen dan bagaimana membuat antibodi untuk melawannya. 

Proses ini menghasilkan limfosit memori. 

Limfosit adalah sel darah putih yang terdapat pada sistem kekebalan tubuh. Limfosit utamanya berperan dalam imunitas adaptif. 

Artinya, sel darah putih mulai mengingat antigen itu.

Karena sistem imun masih belajar untuk mengenali antigen supaya bisa membentuk antibodi, wajar jika dalam 7 hari setelah vaksin antibodi belum terbentuk dan seseorang masih sangat mungkin terinfeksi Covid-19. 

Baca juga: Mengenal Sistem Kekebalan Tubuh, Bagaimana Antibodi Virus Corona Terbentuk?

2. Vaksin dosis II 

Setelah kemudian dilanjutkan pada penyuntikan dosis vaksin yang kedua, maka saat inilah respons imun sekunder terjadi.

Saat seseorang mendapat vaksin dosis kedua, orang tersebut terpapar antigen yang sama. 

Pada titik ini, memori imunologi telah terbentuk dan memicu sistem kekebalan untuk membuat antibodi yang melawan infeksi dengan segera. 

Untuk diketahui, antigen adalah zat apa pun yang menyebabkan sistem imun menghasilkan antibodi yang spesifik, dan mampu berikatan dengan sejumlah komponen sistem imun.

Ia menambahkan, munculnya sistem imun setelah divaksinasi berbeda pada masing-masing orang. 

"Mayoritas belum banyak yang muncul (pada vaksin dosis I) dan sebagian orang sudah muncul. Tapi biasanya, munculnya antibodi setelah vaksin kedua lebih banyak," kata Ahmad, Jumat (26/3/2021). 

"Maka, kalau kita lihat rapid tes antibodi kan memang indikasinya 7-10 hari pasca gejala karena nunggu antibodi muncul. Itu sebabnya, rapid tes antibodi enggak tepat untuk menekan kasus baru. Sudah terlambat," katanya.

Baca juga: Antibodi Baru Terbentuk Hari Ke-28 Setelah Vaksin, Ini Prosesnya

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.