[POPULER SAINS] Potensi Tsunami dari Gempa Maluku M 6,1 | Inti Bumi Miring, Dampaknya untuk Indonesia

Kompas.com - 17/06/2021, 07:00 WIB
Ilustrasi lapisan Bumi. Studi baru ungkap inti Bumi tumbuh miring, menyebabkan berkurang panas planet ini di bawah Indonesia. Rost9/SHUTTERSTOCKIlustrasi lapisan Bumi. Studi baru ungkap inti Bumi tumbuh miring, menyebabkan berkurang panas planet ini di bawah Indonesia.

[POPULER SAINS] Potensi Tsunami dari Gempa Maluku M 6,1 | Inti Bumi Miring, Dampaknya untuk Indonesia

KOMPAS.com - Kemarin siang pukul 11.43 WIB, Pulau Seram, Maluku diguncang gempa berkekuatan M 6,1.

Awalnya data BMKG tidak menunjukkan potensi tsunami. Namun dua jam kemudian BMKG membunyikan alarm peringatan potensi tsunami di wilayah tersebut dan meminta warga untuk segera menjauhi kawasan pantai.

Ini adalah salah satu berita populer Sains Kompas.com edisi Rabu, 16 Juni 2021.

Selain itu, penelitian terbaru menunjukkan inti Bumi tumbuh miring yang memengaruhi panas planet di bawah Indonesia.

Berita populer lainnya, peneliti menemukan bahwa vaksin AstraZeneca efektif melawan varian Delta yang sangat menular dan mulai banyak menginfeksi masyarakat Indonesia.

Baca juga: [POPULER SAINS] Bagaimana Atlet Bisa Kena Serangan Jantung? | Alasan Varian Delta Picu Lonjakan Kasus Covid-19

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berikut rangkumannya:

1. Fakta gempa Maluku M 6,1

Informasi awal, gempa yang mengguncang Pulau Seram, Maluku Tengah berkekuatan M 6,1. Kemudian dilakukan pemutakhiran oleh BMKG menjadi M 6,0.

Menurut keterangan Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno, episenter gempa terletak pada koordinat 3,42 lS dan 129,57 BT.

Lokasi gempa bumi tepatnya berada di laut pada jarak 69 km arah Tenggara Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku pada kedalaman 19 km.

Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempa tektonik menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

Namun berdasarkan hasil observasi tinggi muka air laut di stasiun Tide Gauge Tehoru menunjukkan adanya kenaikan muka air laut setinggi 0,5 meter.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X