Kompas.com - 15/06/2021, 20:46 WIB
Ilustrasi isolasi mandiri, siapa saja yang boleh isoman? ShutterstockIlustrasi isolasi mandiri, siapa saja yang boleh isoman?

KOMPAS.com - Melakukan isolasi mandiri di rumah bagi pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 menjadi pilihan saat ini. Hal ini mengingat bed occupancy rate yang semakin tinggi di berbagai rumah sakit, termasuk di Wisma Atlet.

Jika dirawat di rumah sakit, segala kebutuhan dan kondisi kesehatan akan dipantau oleh tim medis. Namun, bagaimana dengan isolasi mandiri di rumah? Apa saja langkah yang harus dilakukan agar tetap aman selama isolasi mandiri di rumah?

Dilansir dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan saat isolasi mandiri.

Baca juga: Ahli Jelaskan Bagaimana Varian Delta Virus Corona Sebabkan Lonjakan Kasus Covid-19

Konsultasi dengan dokter

Manfaatkan telemedicine dan media sosial untuk berkoordinasi dengan dokter, puskesmas terdekat, dan petugas terkait dengan penanganan COVID-19. Hindari keluar rumah dan menggunakan kendaraan umum.

Laporkan secara berkala suhu tubuh dan gejala yang Anda rasakan kepada dokter agar dokter bisa memberi tahu langkah-langkah yang perlu Anda lakukan.

Dengan melaporkan secara berkala, dokter akan bisa menentukan jika Anda masih aman untuk isolasi mandiri di rumah atau memerlukan perawatan khusus di rumah sakit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Protokol kesehatan di rumah

Anda masih diperbolehkan untuk tinggal serumah dengan anggota keluarga yang tidak terkena COVID-19. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar Anda tidak menularkan penyakitnya kepada anggota keluarga lainnya.

Pertama, selalu gunakan masker dan membuang masker bekas di tempat yang ditentukan. Kedua, pasien terkonfirmasi positif harus tinggal di kamar terpisah dengan anggota keluarga yang lain. Selain kamar, sediakan juga kamar mandi terpisah.

Ketiga, gunakan peralatan makanan terpisah untuk pasien yang terkonfirmasi positif. Peralatan makan bekas pasien positif harus dicuci dengan sabun dan air mengalir. Air bekas cucian pun harus langsung mengalir ke tempat pembuangan, tidak boleh ditampung atau menggenang.

Keempat, jaga kebersihan rumah dengan rutin meggunakan cairan disinfektan di dalam rumah. Semprotkan juga cairan disinfektan pada wastafel setiap habis menyikat gigi.

Selanjutnya, penting untuk rutin mencuci tangan dengan sabun dan di bawah air mengalir, serta menerapkan etika batuk dan bersin di rumah.

Baca juga: Dobel Puncak Kasus Covid-19 di Indonesia Diperkirakan 1 hingga 2 Bulan ke Depan

Pola hidup sehat

Biasakan bangun pagi dan berjemur di bawah matahari setiap pagi selama 15-30 menit. Selain itu, pastikan kamar yang digunakan untuk isolasi mandiri memiliki sirkulasi udara yang baik. Buka jendela agar ada udara segar yang masuk.

Konsumsi makanan yang bergizi setiap harinya. Anda juga bisa mengonsumsi suplemen atau vitamin untuk meningkatkan imun. Konsultasikan ke dokter jika ada obat yang Anda minum, jangan sampai suplemen yang Anda konsumsi mengganggu kinerja obat yang diberikan oleh dokter.

Itu dia langkah yang harus dilakukan jika isolasi mandiri di rumah. Semoga lekas sembuh, ya.

 



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X